Lets Be A True Muslimah!

Muslimah adalah perhiasan, maka tutuplah aurat sesuai syar'i. Jadilah Muslimah sejati!

Hari gini Pacaran?

Muslimah harus anti Pacaran! Yuk jadi Jomblo Mulia sebelum halal :')

Yuk Pakai Pakaian Syar'i ^^

Pakaian Syar'i layaknya perisai yang melindungi kita dari serangan mata ajnabi.

Tutup aurat, sebelum terlambat

Betapa mengerikannya dosa-dosa bagi wanita Muslim yang tidak menutup aurat secara sempurna.

Jilbab syar'i, bukti cinta Allah pada Muslimah

Jilbab syar'i tidak memberatkan, justru melindungi dan sebagai tanda belajar taat pada Allah.

Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2015

Rokok, Benda Mati yang Mematikan


Cara berhenti merokok Cara Cepat Berhenti Merokok Dalam Satu Minggu

Rokok, Benda Mati yang Mematikan
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Sumber bacaan: muslim.or.id, vemale.com

Bismillah

Setelah sekian lama blog ini kutinggalkan (cielah), Alhamdulillah akhirnya Allah beri Ryu kesempatan dan kuota (heee) untuk kembali menyirami blog ini dengan sedikit ilmu yang Ryu punya. Hehehe, jadi puitis gini.

Di postingan kali ini, Ryu sebenarnya ingin curhat kepada pembaca. Tenang, bukan curhat aib kok. Kalau dibaca dari judulnya, pasti sudah tahu kan topik curhat Ryu? Yup, it's about ROKOK! Afwan jiddan kalau tulisan rokoknya dibesarkan. Hehe, maklum, rasa kesal ini sudah berada pada level stadium akut.

Langsung saja dah.

Rokok. Yes, sebatang racun yang entah kenapa begitu diminati peminatnya. Harganya muahal tapi tetap dibeli dan nggak rela dibagi-bagi (iklan kali yee). Sudah ada gambar penyakit mematikan terpampang begitu jelas di bungkusnya tapi sama sekali nggak digubris. MasyaaAllah... Nggak habis pikir deh Ryu, kenapa ya banyak orang gemar ngemil racun? Duh gusti, Astaghfirullah...

Statement bahwa rokok adalah benda mati yang mematikan sepertinya sangat tepat banget bingit binggo. Kenapa? Fakta bahwa rokok mengandung ribuan racun mematikan sudah tersebar sampai ke pelosok dunia (waduh) dan sudah banyak orang yang menderita karena rokok. Ryu pernah baca kalau di dalam rokok terdapat zat-zat untuk pembersih lantai. Waduh, merokok sama dengan minum pembersih lantai dong? Namun, tiga zat yang paling berbahaya adalah tar, nikotin, dan karbonmonoksida.

Nah, ini dia. Karbonmonoksida, terkandung di dalam asapnya yang bisa bikin klepek-klepek mabok genjer. Ampun deh. Ryu kesal banget kalau ada perokok yang sembuarangan merokok di tempat umum. Apalagi kalau di dalam angkot, di koridor gedung kampus, dan fasilitas umum lain yang selalu menjadi tempat berkumpul orang. Ryu sih bersyukur kalau si perokok langsung membuang rokoknya sebelum naik angkot. Nah, kalau si perokoknya berhati batu tak rela buang puntung rokoknya yang tinggal satu senti, Ryu suebeeeel banget!

Sebelum Ryu curcol lagi, Ryu mau kasih fakta tentang rokok nih. Check it out!

  1. Merokok menjadi 1 dari 5 penyebab kematian di Amerika setiap tahunnya.
  2. Setiap rokok yang Anda hisap dapat memotong usia Anda sebanyak 11 menit.
  3. Dalam 1 batang rokok mengandung lebih dari 4.800 bahan kimia. Sebanyak 69 di antaranya diketahui sebagai penyebab kanker.
  4. Sebanyak 69 persen perokok ingin berhenti merokok selamanya.
  5. Setiap hari, hampir 4.000 remaja di Amerika Serikat merokok untuk pertama kali. Sebanyak 1.000 di antara mereka mulai merokok setiap hari.
  6. Hampir tidak ada larangan merokok untuk anak-anak. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, yang tidak boleh dilakukan anak-anak adalah MEMBELINYA.
  7. Terpapar rokok dari perokok (perokok pasif) dalam menyebabkan 50.000 kematian setiap tahun. Angka yang sangat besar itu baru di wilayah Amerika Serikat, jika ditotal di seluruh dunia, angkanya akan lebih besar lagi.
  8. Setiap hari, di seluruh dunia, sebanyak 15 miliar batang rokok dihisap.
  9. Hitler adalah orang terkenal pertama yang melakukan kampanye anti rokok pada sejarah modern.
  10. Dulu, saat warga Eropa baru mengenal rokok dari warga asing, mereka yang merokok akan ditangkap dan dibawa pulang ke rumah, karena orang tersebut dianggap kerasukan setan.
Nah loh! Ngeri kali!

Merokok itu sama saja dengan menggerogoti diri sendiri. Seperti daun yang dimakan ulat, berlubang sedikit demi sedikit, kemudian layu dan jatuh dari tangkainya. Duh, kenapa sih perokok nggak sadar kalau kesehatannya sedang digerogoti? Lebih parah kalau orang di sekitarnya ikut menghirup (merokok pasif) asapnya. Ryu adalah salah satu perokok pasif (hiks, miris ya) karena setiap hari pergi ke kampus naik angkot dan tidak menutup kemungkinan akan sering bertemu dengan perokok yang menjengkelkan itu. Kalau boleh jujur, Ryu sering merasa sakit kalau menghirup asap rokok. Bahkan dengan kondisi Ryu saat ini yang seharusnya tidak boleh terkena asap rokok sama sekali. MasyaaAllah...

Kalau dipikir-pikir, bukankah merokok sama dengan menganiaya diri sendiri dan orang lain (jika ada orang lain yang ikut menghirup)? Ternyata eh ternyata, para ulama telah menetapkan bahwa rokok itu haram loh. Iya, HARAM! Yuk cek dalil pertama berikut ini.

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Tuh, kan. Merokok sama dengan menghirup racun. Memasukkan racun ke dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit menyerang tubuh, bahkan sampai pada kematian. Bukankah merokok artinya membinasakan diri sendiri?

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,
Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Dalil ini cocok banget dengan perokok yang dengan ikhlas membagi-bagikan asap racunnya untuk orang di sekitarnya. Perokok pasif lebih besar lho risikonya! Duh, terima kasih banget deh untuk perokok! >_<

Mungkin ada perokok yang jengkel dengan kami para pembenci rokok. Dia berargumen bahwa merokok adalah haknya dan urus aja hidupmu sendiri (beeeuuh).


Oke, well. Memang benar bahwa merokok adalah hakmu dan pilihan terbaik untuk cemilanmu sehari-hari. Sebagai manusia, kita memang harus menghormati hak setiap orang. Namuuuuun.... Ingat! Setiap manusia punya hak untuk menghirup udara segar yang tidak berbau dan  celakanya seorang perokok selalu merampas hak orang lain dengan rokoknya. Jadi, perokok juga harus menghormati hak orang lain yang tidak suka dengan asap rokok. Ryu tidak serta merta melarangmu merokok, karena Ryu yakin, perokok pasti sudah mengerti (hanya saja belum sadar). Tapi cobalah untuk tidak merugikan, bahkan sampai menganiaya orang lain dengan kebiasaan burukmu itu.

Sebagai Muslim yang baik, mencintai dan menyayangi diri sendiri adalah keharusan. Allah sudah memberikan kita fisik dan raga yang sehat, jadi harus kita syukuri dan kita jaga dengan melakukan aktifitas sesuai Al-Qur'an dan Sunnah. Jauhi hal-hal yang bersifat merugikan tubuh. Berhentilah merokok dari sekarang, sebelum rokok yang mematikanmu.

Semoga tulisan curcol ini bermanfaat dan bisa dipetik intisarinya. Aamiin.

Mohon maaf yaaa kalau Ryu ada salah kata. Maksud hati mah baik kok, hihi.

Wallahua'lam bish shawab.

Selasa, 04 November 2014

Memaafkan Itu Lebih Baik, Lagi Menentramkan

Memaafkan Itu Lebih Baik, Lagi Menentramkan
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Apa kabar ukhti wa akhi? Semoga selalu sehat badan dan sehat iman ya ^^

Kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial. Sehingga kita tak mungkin hidup sendiri, tanpa orang lain. Nah, pasti kita pernah mengalami masalah dengan teman, keluarga, atau orang lain saat sedang bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dan tak jarang masalah kecil yang kita hadapi malah menjadi besar serta berujung permusuhan dan kerenggangan hubungan. Wah, kalau sudah seperti itu, gawat ya.

Menurut Ryu, permusuhan itu sangat tidak enak. Iya, serius! Duarius malah, hehe. Coba deh kita teliti, apa sih manfaat bermusuhan dan menyimpan dendam pada orang lain? Bukannya masalah berakhir, hati malah semakin gusar dan semakin negative thinking pada orang yang bermusuhan dengan kita. Tul nggak? Tul apa betul? Ya betul lah, “tul” mah bukan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ;D

Terus, apa sih solusi agar permusuhan itu lenyap? So pasti saling memaafkan. Kalau kita yang berbuat salah, maka harus meminta maaf. Dan kalau dia yang berbuat salah, maka kita harus memaafkannya sebelum ia meminta maaf. Jangan lupa do’akan juga supaya ia segera meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi.

Kadang kita merasa malu untuk meminta maaf karena GENGSI, dan enggan untuk memaafkan karena masih SAKIT HATI. Kenapa tulisannya Ryu gedein? Ini fenomena lho. Yah, jujur Ryu bingung. Allah saja Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang. Kita yang manusia biasa dan kecilnya luar biasa malah tidak mau memaafkan dan malu untuk meminta maaf.

Padahal nih, saling memaafkan itu membuat hati lebih tenang dan damai lho. Tidak ada musuh, masalah selesai, dan pastinya pikiran lebih tenteram. Dan memaafkan seseorang juga sangat mulia lho. Dan banyak manfaatnya. Allah Ta’la berfirman dalam QS. An-Nuur ayat 22 :
“Hendaklah mereka memberikan pengampunan dan kelapangan dada. Tidakkah engkau semua senang jikalau Allah memberikan pengampunan pula kepadamu?”

Nah, ukhti wa akhi, Muslim yang baik adalah Muslim yang mau memaafkan kesalahan orang lain dan mengingatkannya untuk berbuat lebih baik lagi dari sebelumnya supaya tidak terulang lagi. Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain supaya orang itu jera. Percayalah, itu hanya membuat hatinya tidak tenang dan sama saja kita menzhaliminya. Allah lebih suka Muslim yang memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas. Jadi, menyimpan dendam itu tidak ada manfaatnya, ya kan? Baik untuk diri kita, maupun orang yang sedang bermasalah dengan kita.

Jadi, yang masih belum mau memaafkan kesalahan seseorang, yuk atuh dimaafkan ^^

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bermanfaat. Jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, selagi Allah masih berbaik hati memberikan kita kesempatan menghirup oksigen-Nya. Jadikan dunia sebagai “sarana” untuk mengumpulkan bekal di akhirat kelak :’D Semoga Allah selalu memudahkan jalan kita. Aamiin.



Mohon maaf apabila ada kesalahan.


Wallahua’lam bish shawab.

Rabu, 15 Oktober 2014

Adab Makan dan Minum

Adab Makan
Oleh : Ryu-chan

Bismillah.

Siapa yang masih suka makan dan minum sambil berdiri? Hayoo hayoo, hehe. Yuk beristighfar, karena ternyata, makan dan minum sambil berdiri itu tidak baik lho. Wah, padahal mungkin bagi kita sepele ya. Yuk intip hadits berikut ini.

Dari Anas radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau s.a.w. melarang kalau seorang itu minum sambil berdiri. Qatadah berkata: "Lalu kita bertanya kepada Anas: "Kalau makan, bagaimanakah?" Anas menjawab: "Yang sedemikian itu -yakni yang makan sambil berdiri- adalah lebih buruk atau lebih jelek." (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang dari engkau semua itu minum sambil berdiri, maka barangsiapa yang lupa, maka hendaklah memuntahkannya." (HR. Muslim)

Nah, secara medis, dalam tubuh kita terdapat penyaring yang bernama sfringer, di mana saringan itu membuka otomatis ketika kita duduk dan menutup otomatis  ketika berdiri. Jika kita minum sambil berdiri, maka air yang kita minum menjadi tidak disaring lagi karena sfringer tertutup. Jika air yang tidak disaring itu kurang bersih, maka air yang masuk ke kandung kemih menjadi tidak disaring lagi, bisa menyebabkan penyakit ginjal bila diminum dalam jangka panjang. Selain itu, bisa mengakibatkan terjadi pengendapan kotoran di saluran ureter.

Namun jika benar-benar terpaksa atau dalam keadaan darurat, diperbolehkan minum sambil berdiri.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya memberikan minuman kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zamzam, beliau minum sambil berdiri." (Muttafaq 'alaih)

Nah, sekarang, apa saja sih adab makan dan minum yang benar?

1. Membaca Bismillah sebelum makan dan minum
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Umar bin Abi Salamah, "Wahai anak, ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu". (HR. Bukhari)

2. Makan dan minum dengan tangan kanan
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

3. Tidak meniup makanan dan minuman yang panas
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kalau ditarik nafas dalam wadah -waktu minum- atau ditiupkan di dalamnya." (HR. Tirmidzi)

4. Tidak mencela makanan
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak pernah mencela sama sekali pada sesuatu makanan. Jikalau beliau ingin pada makanan itu beliaupun memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan -tanpa mengucapkan celaan padanya-." (Muttafaq 'alaih)

5. Disunnahkan makan dengan tiga jari
Dari Ka'ab bin Malik radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan menggunakan tiga jari. Kemudian setelah beliau selesai lalu menjilatinya." (HR. Muslim)

6. Tidak memakai alat makan yang terbuat dari emas dan perak
Dari Ummu Salamah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Orang yang minum dari wadah perak itu, sebenarnya ia meletakkan api neraka jahanam dalam perutnya." (Muttafaq 'alaih)

7. Tidak berlebih-lebihan
“Tidak ada yang lebih jahat daripada orang yang memadati perutnya. Cukuplah seseorang dengan beberapa suap makanan untuk menguatkan badannya. Jika perlu ia makan, hendaklah perutnya diisi sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Tirmidzi)

Nah itu tadi beberapa adab makan dan minum sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yuk amalkan biarpun kecil, karena tidak rugi kok kalau kita mengamalkannya, malah mendapat pahala dan InsyaAllah baik untuk kesehatan.
#Mustika #Muslimah #Cantik #Akhlaqnya



Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan penyampaian.


Wallahua’lam bish shawab.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Cinta Dalam Diam (Kultwit)

Cinta Dalam Diam (Kultwit)
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)


Bismillah

Selamat pagi, tetap semangat, don't forget to selalu bersyukur hehe.
Ryu-chan punya kultwit tentang Cinta nih (bukan curhat loh) :3 Hopefully it give you more knowledge. Check it out ^^

Cinta, suatu perasaan abstrak. Namun mulia, jika bisa menjaganya dengan baik. #CdD

Cinta, suatu perasaan tak menentu. Namun suci, jika bisa menjaganya dengan baik. #CdD

Tak ada definisi cinta yang tepat, hanya masing-masing pribadi yang bisa mengartikannya sendiri. #CdD

Cinta pada Allah? Harus. Pada Rasulullah? Pasti. Pada kedua orangtua? Tentu #CdD

Namun apa yang terjadi jika cinta jatuh pada seorang lawan jenis? Rumit #CdD

Banyak yang sulit tuk menjaga hati. Sulit tuk menahan gejolak. Ada kalanya hampir mendekati zina. #CdD

Apalagi di masa yang masih belia, belum siap untuk menikah. Pacaran pun dilalui untuk menyalurkan “cinta” #CdD

Di masa belia, masa coba-coba. Ingin tahu bagaimana cinta itu. Ingin tahu cinta itu apa. Namun sungguh sayang, persepsi cinta yang didapat malah menjerumuskannya #CdD

Mereka lalui dengan pacaran. Serasa dunia milik berdua. Begitu indah walau hanya berdua. Itulah cinta bagi mereka. #CdD

Tahukah bahwa yang seperti itu hanyalah menodai kata “cinta”? Seolah cinta hanyalah nafsu belaka, padahal pacaran hanya berlandaskan nafsu. #CdD

Cinta = Nafsu. Persepsi orang barat yang sudah menjadi mindset generasi kita. #CdD

Sedangkan nafsu di luar ikatan pernikahan hanyalah dosa belaka. Zina semata. #CdD

Allah melarang kita mendekati zina. QS. 17 : 32. Cek di dalam Al-Qur’an. #CdD

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” #CdD

Merasakan cinta pada lawan jenis tidak salah. Bahkan itu merupakan sebuah anugrah. #CdD

Namun, perlu kebijaksanaan dalam menyikapinya. Dengan apa? #CintaDalamDiam

Cukup diam. Simpan dalam hati. Selalu sisipkan namanya di dalam lantunan do’a kita. Berharap ia selalu sehat dan ta’at di jalan-Nya. #CdD

Jikalau namanya tertera dalam Lauhul Mahfudz, ia pasti akan datang. InsyaAllah. #CdD

Jika memang ia jodoh kita, Allah pasti memudahkan. Suatu hari pasti bertemu. #CdD



Maka wahai kawanku (akupun juga), mari pantaskan diri untuk jodoh kita. Lelaki baik untuk wanita baik, pun sebaliknya. Jodoh adalah cerminan diri #CdD

Tak usah umbar cinta padanya. Tak usah pacaran atas nama cinta. Karena cinta terlalu suci untuk hal seperti itu. #CdD

Karena akan datang saatnya untuk bisa saling menunjukkan cinta. Dalam ikatan pernikahan #CdD

Jadi, yuk yuk kita cukup simpan dalam hati. Cintai ia dalam diam ^^
Jangan lupa fokus belajar, jangan mikirin cinta aja heheehe #CdD

Mohon maaf jika ada kesalahan maupun keganjilan dari kultwit #CdD, karena saya pun hanyalah manusia penuh dosa yang juga sedang belajar. Tweet ini pun #NtMs.


Wallahua’lam bishshawab.

Kamis, 26 Juni 2014

Kamu Bangga Punya Pacar?

Kamu Bangga Punya Pacar?
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillah

Ekhem. Duh duh serasa nyentil banget judul artikel (lebih tepat sih unek-unek) ini. Iya, kebetulan yang Ryu tulis kali ini memang sangat dari hati. Dan mungkin akan ada sedikit kalimat yang jleb banget untuk para aktivis pacaran ini. Mohon maaf ya sebelumnya, supaya to the point dan mudah-mudahan bisa sadar. Aamiin :'D

Oke. Kita mulai dari mana ya?

Abege jaman sekarang emang nggak tanggung-tanggung. Yang namanya isi hati dan curhatan nggak penting macam aib selalu diumbar ke mana-mana, apalagi sosmed. Iya, coba deh kita tengok beranda sosmed kita pas malam Minggu. Aduuuh, yang namanya status galau, status pamer, status mesra, bejibun sekali. Kalau dikumpulin bisa dibikin buku kali ya.

Nah, nggak cuma itu. Abege sekarang kalau nggak punya pacar katanya 'nggak gaul'. Dibilang kuper lah, sok alim lah, sok suci lah, munafik lah, dan segudang julukan lainnya. Hmm... Memang apa sih enaknya punya pacar?

"Iya, enak! Kalau kita punya pacar, berasa kita ini paling beruntung. Sebab sepanjang hari selalu dibayangi wajah si dia yang oke punya (kalo beruntung), diberi perhatian, diberi kasih sayang, diberi hadiah, diajak makan, diajak jalan-jalan, dikasih kejutan, di-SMS 'sayang', dibilang cantik/ganteng, dianterin, ditemenin, daaaaaan yang enak-enak lainnya. Udah gitu, kalau pacar kita ganteng/cantik plus kece dan keren abis (apalagi kalo otak cemerlang), bisa dibanggain ke temen-temen bahkan ke sosmed dengan majangin itu foto berdua di tempat makan dan mention-mention mesra yang bikin iri temen-temen. Waaah pokoknya berasa melayang ditemani bulu-bulu warna pink yang bertebaran di udara xD"

Ooh gitu. Astaghfirullah.

Lalu, bagaimana kalau tiba-tiba si dia nggak ada kabar? Entah itu tiba-tiba jarang SMS, jarang ketemu, jarang anterin, jarang ngajak makan dan lain-lain?

"Wah harus curiga! Mungkin dia mulai bosen, atau mulai bete sama hubungan ini. Biasanya kalau kayak gitu dia mulai jenuh. Cara pertama adalah meneror, eh, maksudnya menanyakan ke dia kenapa dia begitu. Kalau cara ini nihil, waduuuh mulai galau lah! Duh, dia kenapa? Apa jangan-jangan dia berubah? Apa jangan-jangan dia... SELINGKUH? Waaah gawat!" (Lalu update status, berharap si dia baca), (lalu nangis-nangis nggak jelas).

Dan akhirnya... putus? Semudah itu kah?
Pasti.

Hadduuuh, dari penjelasan di aktivis pacaran tadi, sudah kelihatan sekali. Pacaran isn't important for us!

Iya, memang. Pacaran itu enak. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bagaimana rasa pacaran itu. Tapiiii eh tapiii... Allah ridha nggak? Allah suka nggak?
Temanku, yang namanya Pacaran dalam Islam itu nggak ada. Apalagi Pacaran dengan label 'Islami' (terkenal dengan nama Ta'aruf versi aktivis Pacaran 'Islami'). Huuuh, nggak ada!
Teman pasti tahu kan kalau yang namanya Pacaran itu, nggak akan lepas dari pegangan tangan, tatap-tatapan, berbicang-bincang, berkhalwat (berdua-duaan), dan bahkan saling memikirkan saat terpisah. Nah, sekarang yoook kita simak Hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berikut ini~

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”
(HR. Muslim no. 6925)

Ada lagi nih,
"Tidaklah seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahram) kecuali yang ketiganya adalah setan" (HR Ahmad)

Allah pun melarang kita untuk mendekati zina, apalagi melakukannya,

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Israa' : 32)

Wuapaaa? Buruk? Keji? Jalan yang buruk? Heeeii itu firman Allah lah. Mutlak tlak tlak bahwa zina itu dilarang. Yes, di-la-rang.

Oh ya, dampak-dampak buruk dari Pacaran kan sudah dibahas di postingan sebelumnya. Tapi Ryu ingin mempertegas sekali lagi dengan bahasa jleb ala Ryu. Tapi tenang, di sini Ryu nggak galak, Insyaa Allah masih menggunakan adab berkata yang baik.

Jadi sebenarnya apa sih yang bisa dibanggakan dari memiliki seorang pacar?

Teman, enaknya punya pacar itu hanya di awalnya saja. Iya, awalnya saja.
Pertama baru jadian, duuuh berbunga sudah hati ini, macam kebun bunga. Tinggal dijual bunganya, dapet untung (hei ngaco!).
Lalu ganti status hubungan dengan 'In Relationship' dengan privasi Publik. Wow, biar semua tahu!

Setelah seminggu, diajak makan sama dia di restoran yang oke. Tak lupa selfie bareng dulu dengan muka diunyu-unyuin dan adegan sok mesra ala Titanic. Dan wajib di-upload di dunmay supaya mereka tahu kamu sedang berbahagia dengan si dia.

Setelah sebulan, yang namanya SMS-an, jalan-jalan, telponan, dan aktifitas lain sudah menjadi rutinitas.
Dan itu berlangsung selama berbulan-bulan, bertahun-tahun tanpa kejelasan ending dari hubungan itu. Selama berbulan-bulan itu sering diselingi berantem-beranteman sampai nekat ngancem putus kalau nggak mau ngalah. Apalagi kalau cerita berantem di-posting di sosmed, cari simpati.

Dan akhirnya putus hanya karena masalah kecil. Haduh duh, sungguh sia-sia.
Setelah putus tak henti-hentinya menangis, menyesal karena melepas dia. Galau, sedih, risau, kecewa. Dan na'udzubillah, sampai niat bunuh diri. Oh no!

Pihak perempuan adalah yang paling dirugikan dalam Pacaran. Lelaki bisa saja berganti-ganti pacar semaunya tanpa merenggut kehormatannya. Nah kalau perempuan?
Waktu pacaran kamu rela dipegang-pegang. Setelah putus, menyesal sudah membiarkan ia menyentuhmu.
Waktu pacaran kamu rela dipandangi wajahnya. Setelah putus, menyesal sudah membiarkan ia memandangimu penuh imajinasi.
Waktu pacaran kamu rela dipanggil sayang. Setelah putus, mengumpat dengan memanggilnya panggilan tak sopan.

"Pacaran kita mah biasa aja, nggak pegang-pegangan."
Sama aja girls! Kamu mau di-imajinasikan olehnya dengan pikiran aneh-aneh? Kita tak pernah tahu apa yang laki-laki pikirkan saat memandangi kita atau berduaan dengan kita. Dan kita pun kecipratan dosa karena membiarkan mereka memandangi kita.

Untuk akhwat, tolonglah. Tinggalkan pacaran. Pacaran hanya merugikanmu. Pacarmu sekarang belum tentu jodohmu kelak, tapi sudah berani membiarkan ia menyentuhmu semaunya. Jadikan dirimu mahal, jadikan dirimu eksklusif. Lindungi dirimu dari jerat zina bernama Pacaran. Jaga dirimu untuk jodohmu kelak, karena lelaki baik untuk perempuan baik. Sebaliknya pun begitu. Kamu mau kan punya suami sholeh? 
Jangan hanya berharap, lakukanlah. Perbaiki diri dan akhlaq, karena jodoh adalah cerminan kita.

Untuk ikhwan, tolonglah. Tinggalkan pacaran. Kau tak sadar kalau apa yang kau lakukan itu hanya membuatmu berdosa? Bahkan kau rela akhwat yang kau cintai itu berdosa juga? Jaga kehormatan wanita dengan tundukkan pandangan, dan jangan berlebihan terhadapnya. Jika memang kau mencintainya, datangilah orangtuanya. Khitbah ia, dan nikahi ia. Itu sangat terhormat daripada pacaran.

Once more again. Pacaran hanya merugikan kita, baik laki-laki maupun perempuan. Memang enak, tapi tak seenak menikah (adduuuh jangan kompor deh Ryu -__- ). Pacaran enak, tapi haram. Menikah enak, halal pula. Dan setelah nikah bisa pacaran karena sudah halal.

"Tapi aku ini belum siap menikah."

Ryu lupa bunyi hadits-nya. Tapi isi dari hadits itu, kalau belum siap menikah, maka berpuasalah.

Naah, setelah baca postingan ini, kamu masih bangga punya pacar? 

Putusin yuuuk pacarnya, lalu pantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Cintai terlebih dahulu Rabb-mu, dan biarkan Allah yang menunjukkan kepadamu siapa jodohmu kelak di waktu yang hanya diketahui Allah.

Untuk para Jomblo yang masih mengharap pacar, yuk ah ubah niatnya menjadi Jomblo karena Allah. Sebab, Jomblo Karena Allah lebih mulia ketimbang Jomblo karena terpaksa x'D

#JOSS #JOmbloSampaiSah

Alhamdulillah selesai juga. Semoga postingan ini bermanfaat. Silakan copas jika bermanfaat dengan mencantumkan sumber.

Mohon maaf jika ada kesalahan karena kebenaran hanya datang dari Allah.

Wallahua'lam bish shawab.

Wassalamu'alaikum.

Selasa, 24 Juni 2014

Alasan dan Dampak dari Pacaran

Alasan dan Dampak dari Pacaran
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Pacaran. Yup, aktivitas yang didamba-dambakan oleh kebanyakan remaja masa kini. Yang katanya “kalau nggak pacaran, nggak gaul”. Yang katanya bikin kita nggak bete. Yang katanya bikin kita bakal diperhatiin terus. Yang katanya bikin kita nggak kesepian dan meramaikan suasana. Yang katanya bakal ada yang antar ke sana-ke mari. Hello, dia itu pacarmu atau tukang ojek pribadi? Hihi.

Membahas soal pacaran memang nggak ada habisnya, tapi Ryu ingin bahas alasan mengapa berpacaran dan dampak-dampak bahaya yang nyata dari pacaran dan sudah sering terjadi di antara kita. Yuk kulik satu-satu.

Alasan mengapa berpacaran :
1. Karena aku mencintainya dan aku tidak mau kehilangannya
Well ini adalah alasan klasik. Kalau memang mencintainya, kok tega sih membiarkan dia melakukan perbuatan mendekati zina seperti pacaran dan akhirnya berdosa? Kalau memang cinta, cukup simpan dalam diam dan berusaha untuk memantaskan diri. Perempuan baik untuk lelaki baik, pun sebaliknya (QS. An-Nuur : 26). Dan kalau tidak mau kehilangan, langsung menikah saja jika sudah siap, hehe.

2. Supaya ada yang memperhatikan
Hmm betul, ini juga jadi alasan paling banyak. Supaya ada rajin SMS “Sudah makan belum?”, “Sudah sholat belum?”, “Sudah mandi belum?”, “Sudah tidur belum?” (lho?). Memang sih, katanya mengingatkan untuk kebaikannya. Tapi masa iya mengingatkan kebaikan dengan cara yang tidak baik alias pacaran?

3. Buat have fun
Hihi pacaran memang hanya untuk bersenang-senang, jarang yang berniat untuk serius menjalani pacaran. Pun kalau berlanjut ke pernikahan, biasanya banyak mengecewakan, wallahua’lam. Coba saja jika saat berpacaran tanyakan padanya kapan akan melamar, mungkin jawabannya tergagap-gagap dan berdalih “gampang, yang penting jalani aja dulu.”

Yup itu adalah salah tiga dari sekian banyak alasan. Dampaknya?

1. Berdosa
Ini sih sudah pasti dear, dampak terbesar dari dampak-dampak lain. Kok bisa dosa? Allah yang menghukuminya haram lho ^^
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa : 32)
Berpegang-pegangan, berkhalwat, berpandang-pandangan, berdua-duaan, itu termasuk zina dear.

2. Membuat galau
Nah ini nih dampak terbesar kedua. Sering menemukan status-status galau bertebaran kan? Dan biasanya status itu dibuat oleh seorang aktivis pacaran. Apalagi kalau malam minggu, ramai bener deh beranda dan timeline. Buat apa sih menggalaui sesuatu yang tidak pasti seperti pacaran? Lebih baik putuskan pacarnya lalu mulai melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat, InsyaAllah jauh dari galau hehe.

3. Mengurangi kehormatan diri
Dalam aktivitas pacaran, sering kita temukan aktivitas berdua-duaan, berpegang-pegangan dan lain. Sudah berdosa, kehormatan diri pun tergerus sedikit demi sedikit. Mungkin awalnya memang “cuma”, tapi kalau tiba-tiba pendirian goyah, dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Melayang sudah kehormatan diri.

4. Memicu perbuatan tercela
Seperti kasus yang kita temui akhir-akhir ini, pacaran bisa memicu terjadinya pembunuhan mengenaskan. Ya, ini bisa saja terjadi kalau sang pacar bukan laki-laki baik. Apalagi hanya karena masalah sepele, cemburu. Ck ck ck.

Ada lagi? Tambahin ya hehe.

Jadi harus gimana ya?

Sudah pasti jawabannya satu. Ngejomblo dulu!
Kalau belum siap untuk menikah, lebih baik siapkan dan pantaskan diri dulu selama menjomblo. Apalagi di usia remaja masih dalam keadaan labil, di saat seperti itu jadikan waktu terbaik untuk belajar memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ikhtiar lalu tawakkal.

Tapi aku butuh perhatian dari orang yang kusayang.
Kan ada orangtua yang selalu memperhatikan kita sedari kita lahir. Ya kan? Siapa yang lebih sering mengingatkan makan? Mengingatkan sholat? Mengingatkan belajar dan istirahat?
Jika orangtua telah tiada, perbanyaklah sahabat yang baik, untuk saling mengingatkan akan kebaikan.

Yuk tinggalkan pacaran, jaga iffah dan izzahmu dan jadilah Muslim dan Muslimah yang baik agar mendapat jodoh yang baik pula. Jomblo itu keren kok ^^

Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan penyampaian.

#JOSS #YukPutusinPacarnya #AntiPacaran

Wallahua'lam bish shawab.

Sabtu, 07 Juni 2014

Hari Gini Pacaran?

Hari Gini Pacaran?
Oleh : Ryu-chan
Telah dipublikasikan di akun FB.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Selamat sore akhi sholeh wa ukhti sholehah.
Nanti malam Ahad ya? Hehehe. 
Biasanya malam ini identik dengan apa sih? Yups, so pasti identik dengan pacaran!

Nah nah, siapa nih yang suka galau karena pacar? Hehe, kok mau aja sih menggalaui seseorang yang belum tentu jodoh kita? (:

Sebelumnya, mungkin sobat udah tahu kalau pacaran itu nggak boleh dalam Islam. Karena apa? Sebab pacaran lebih banyak mudhorotnya daripada manfaat. Kalaupun ada manfaat, ya itu hanya kepuasan hawa nafsu dunia aja. Hihi, hati-hati loh jadi zina :')

Memang, kaum adam tidak akan merasakan mudhorotnya secara berarti, tapi kita, Muslimah? Hmm, jangan ditanya. Harga diripun bisa hilang karena pacaran saja. Hii.
Tapi jangan sangka lelaki nggak dapat mudhorotnya. Pacaran bisa saja membuat lelaki berbuat zina, seperti berangan-angan, menyentuh, memandang saja sudah termasuk.

Yah pokoknya banyak mudhorotnya deh. Dosa, lagi. Dan salah satunya yang paling banyak terjadi pada diri aktivis pacaran adalah : GALAU.

"Emang kenapa kalau galau karena pacar? Dosa?" | Sejauh ini Ryu belum nemu dalil tentang galau *kalau ada kasih tahu ya* Tapi galau tentang pacar yang terlalu dilebih-lebihkan itu nggak bagus. Banyak yang mengungkapkan perasaan galaunya dengan aktivitas nggak wajar. Misalnya update status atawa ngetweet sampe ratusan dalam satu malam (nggak keriting tuh jari). 
Mending kalau tweet/statusnya bermanfaat :'D 

Atau ada yang lain. Misalnya dia mengunci diri dalam kamar sambil nangis-nangisan diiringi musik-musik melow nan galaw. Wuiih, jelas banget itu cuma buang waktu. Mending malam Ahad nya diisi dengan kumpul bersama keluarga. Ada yang mau nambahin? 

"Itu dosa?" | Jika hal itu sampai menghambatmu untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, jelas dosa. Apalagi galau karena pacar, duuh. Kalau memang kamu menyukai seseorang (bukan pacar ya), cukup diam dan simpan. Ungkapkan unek-unekmu pada Allah melalui seuntai do'a di atas sajadah pada sepertiga malam. Nggak perlu menggalau gaje yang bikin lupa sama Allah.

Kalaupun ingin menggalau, galaulah jika kamu tidak pernah beribadah pada Allah, selalu meninggalkan sunnah, sulit meninggalkan laranganNya dan selalu berbuat dosa. Itu sebaik-baik galau. Tapi juga jangan terlalu tenggelam dalam galau. Bangkit dan mulai berbenah diri.

So, itu salah satu mudhorot pacaran. Dan masih ada sejuta mudhorot lainnya yang pasti dirasakan oleh aktivis pacaran tanpa mereka sadari. Sebelum terlambat, nyok jauhi #pacaran.
Siap? Harus!

Wallahua'lam. Mohon maaf kalau tersinggung atau ada salah kata.



Rabu, 04 Juni 2014

Ingatlah, Ajal Siap Menghampiri

Ingatlah, Ajal Siap Menghampiri
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Sobatku, apa yang sudah engkau persiapkan?
Apa yang sudah engkau persiapkan?

Apa yang sudah kau persiapkan untuk kehidupan setelah matimu?
Apa yang sudah kau persiapkan untuk kehidupan di alam kuburmu?

Apa kau sudah siap?
Apa kau sudah siap dijemput Sang Malaikat Pencabut Nyawa?
Apa kau sudah siap menempati liang lahatmu?

Apakah amalmu selama ini akan menolongmu?
Apakah perbuatanmu di persinggahan sementara ini akan menolongmu?
Apakah perilakumu di dunia ini akan menolongmu?

Marilah merenung sejenak.
Urusan akhirat harus selalu dipikirkan.
Akan menyesal jika kita sudah tiada di dunia.

Takkan ada kesempatan memperbaiki saat kuburmu telah ditutup.
Langit penuh harapan takkan terlihat lagi.
Jika dunia selalu kau isi dengan kemungkaran.

Persiapkanlah dari sekarang.
Selama hayat dikandung badan.
Mati tak kenal toleransi.

#NtMs





Wallahua'lam

Sabtu, 21 September 2013

Rokok = Haram!

Rokok = Haram!
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Sumber : Dakwah KreatifMuslim.or.id, dengan pengubahan.


Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Selamat pagi akhi wa ukhti :) Kebetulan Sabtu ini bebas, jadi Ryu mau membagikan ilmu tentang hukum merokok nih. 

Menurut Ryu, rokok itu adalah sebuah benda yang amat sangat merugikan dan paling merugikan. Iya, merugikan. Sebab, apa sih keuntungan dari rokok? Kalo kata perokok aktif sih, supaya mulutnya nggak asem. Lah, kalo gitu kenapa nggak ngemut permen aja? Kan manis, daripada rokok? Hayo? Hehehe.



Lagipula, rokok itu haram loh. Kenapa? Ini dia alasan mengapa rokok itu haram (Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid bernomor 6/SM/MTT/III/2010) :

1. Merokok itu merupakan kategori perbuatan melakukan khabaa'its (kotor/najis) yang dilarang dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf: 157, "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung."

2. Perbuatan merokok itu sama saja dengan membunuh diri sendiri secara perlahan, hal ini sangatlah dilarang oleh Allah Ta'ala dalam Surat Al-Baqarah: 2 "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa," (Taqwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja).

3. Merokok dapat membahayakan diri sendiri dan orang di sekitar yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif plus mengandung 4000 zat kimia, 69 di antaranya adalah karsinogenik/pencetus kanker (Fact Sheet TCSC-AKMI, Fakta Tembakau di Indonesia) sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi kesehatan. Oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi SAW bahwa “tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”


 
4. Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan sesuatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadits Nabi SAW yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.

5. Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelanjaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al Isra (ayat) 26-27, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

6. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqaasid asy-syariiah) yaitu perlindungan agama, jiwa/raga, akal, keluarga dan harta. 

Dan ini adalah materi tentang hukum rokok yang Ryu copas dari muslim.or.id secara utuh. Simak juga :D

Siapa yang meniliti dengan baik kalam ulama, pasti akan menemukan bahwa hukum rokok itu haram, demikian menurut pendapat para ulama madzhab. Hanya pendapat sebagian kyai saja (-maaf- yang barangkali doyan rokok) yang tidak berani mengharamkan sehingga ujung-ujungnya mengatakan makruh atau ada yang mengatakan mubah. Padahal jika kita meneliti lebih jauh, ulama madzhab tidak pernah mengatakan demikian, termasuk ulama madzhab panutan di negeri kita yaitu ulama Syafi’iyah.

Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok.
Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya“.

Ulama madzhab lainnya dari Malikiyah, Hanafiyah dan Hambali pun mengharamkannya. Artinya para ulama madzhab menyatakan rokok itu haram. Silakan lihat bahasan dalam kitab ‘Hukmu Ad Diin fil Lihyah wa Tadkhin’ (Hukum Islam dalam masalah jenggot dan rokok) yang disusun oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid Al Halabi hafizhohullah terbitan Al Maktabah Al Islamiyah hal. 42-44.
Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195). Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram.
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.

Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

Sanggahan pada Pendapat Makruh dan Boleh
Sebagian orang (bahkan ada ulama yang berkata demikian) berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat larangan, berdasarkan firman Allah,
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu“. (QS. Al Baqarah: 29). Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.

Akan tetapi dalil ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak. Sedangkan tembakau mengandung nikotin yang secara ilmiah telah terbukti merusak kesehatan dan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29).


Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap)“. (HR. Muslim no. 564). Dalil ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap, lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Jual Beli Rokok dan Tembakau
Jika rokok itu haram, maka jual belinya pun haram. Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ
Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Jika jual beli rokok terlarang, begitu pula jual beli bahan bakunya yaitu tembakau juga ikut terlarang. Karena jual beli tembakau yang nanti akan diproduksi untuk membuat rokok, termasuk dalam tolong menolong dalam berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Komentar Orang Awam
Sering didengar orang berkomentar, “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”

Andai komentar ini berasal dari non muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezeki mereka berasal dari Allah.

Yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mengumandangkan komentar tersebut. Padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan, merusak tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah semata pemberi rezeki. Jangankan seorang muslim, orang jahiliyah saja yakin bahwa Allah semata yang memberi mereka rezeki, Allah berfirman:
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ  … فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31).

Apakah mereka tidak yakin bahwa yang memberi rizki pada para petani itu Allah?
Apakah mereka tidak percaya bahwa yang memberi makan pada para buruh pabrik juga Allah?
Kenapa mesti ragu? Kenapa tidak yakin dengan Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya? Lantas kenapa masih cari penghidupan dari yang haram?
Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Nah, sudah bertambah satu ilmu deh :) Semoga bermanfaat ya, dan buat akhi yang masih merokok, yuk segera matikan rokoknya dan berhenti merokok mulai sekarang! Sayangilah orang-orang di sekitarmu :)



Kebenaran datangnya dari Allah Ta'ala, kesalahan semata-mata datangnya dari Ryu dan penulis yang Ryu copas tulisannya.

Wallahua'lam.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.


Kamis, 19 September 2013

Tutorial Khimar Syar'i

Tutorial Khimar Syar'i
Sumber Gambar : Peduli Jilbab


Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Wah ternyata ISP Ryu lagi berbaik hati nih, jadi Ryu bisa ngeblog dengan kuota super-minim hehehe *malah curhat*. Malam ini Ryu mau share tutorial pakai Khimar syar'i supaya lebih rapi. Ada juga tutorial men-double khimar bahan paris agar lebih tebal saat dipakai. Biar syar'i, gitu :D

Gambar ini Ryu dapat dari www.pedulijilbab.com.

>>> Tutorial Jilbab Syar'i <<<
(labil ya, hehehe. karena menurut Ryu harusnya khimar, bukan jilbab)

Buat ukhti yang sedang belajar pakai khimar syar'i (sudah tebal), ini dia tutor simple-nya supaya khimarnya lebih rapi. Jika kurang jelas, klik saja gambarnya ;)




>>> Tutoial Jilbab Double <<<

Nah bagi ukhti yang belum punya khimar tebal dan masih punya bahan paris, bisa didobel supaya syar'i :D Caranya? Klik gambarnya yaaa :D


Alhamdulillah, silakan dicoba ukhti. Semoga bermanfaat yaaa :)

Wallahua'lam bisshawab.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?
Sumber : Jilbab ITU Cantik (dengan tambahan penjelasan oleh @ryu_ritsu)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Selamat malam Ukhti Shalihat :D
Pada kesempatan ini Ryu akan membahas tentang “Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?”. Yap, maksudnya dengan pakaian syar’i.

Ukhti yang sudah tutup aurat dengan syar’i, mungkin akan dikomentari oleh orang lain dan ditanya alasannya mengapa kau tutup aurat setebal dan selonggar itu. Mungkin postingan ini bisa membantu ukhti untuk menjawab pertanyaan mereka dengan tegas, walaupun Ryu yakin pasti ukhti sekalian tahu alasan mengapa ukhti berhijab syar’i ;) Dan juga bisa dijadikan sebagai bahan renungan bagi ukhti yang niat tutup auratnya masih agak melenceng :’)

Silakan disimak dan direnungkan.

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?

1.   Karena aku Islam, maka aku tutup aurat.
     Benar ukh, Islam agama yang melindungi wanita. Dan cara Islam melindungi wanita adalah dengan mewajibkannya tutup aurat. Tentu saja harus syar’i.

2.   Karena aku ridho Allah Ta’ala adalah Rabb-ku, maka aku tutup aurat.
      Muslimah yang beriman pasti beriman pada Allah Ta’ala. Muslimah yang beriman pasti mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Berhijab syar’i adalah perintah Allah Ta’ala, sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nuur ayat 31 dan Surat Al-Ahzab ayat 59 :
      “...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya...” (QS. An-Nuur: 31)
      “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
      Katakan pada mereka : Jika engkau Muslimah beriman, segera laksanakan salah satu perintahNya ini :’)

3.   Karena aku perempuan merdeka, maka aku tutup aurat.
      Katakan pada mereka : Engkau bukan budak kan? Alhamdulillah. Segerakan tutup aurat. :)

4.   Karena ini identitasku sebagai Muslimah, maka aku tutup aurat.
      Seorang Muslimah yang ingin diakui sebagai “Muslimah” oleh orang lain sudah pasti membutuhkan sebuah identitas. Nah identitasnya sebagai Muslimah dapat ditunjukkan dengan hijabnya yang syar’i.

5.   Karena aku berakal, maka aku tutup aurat.
      Muslimah yang berakal sehat pasti tutup aurat untuk melindungi kecantikannya agar tidak dipandang sembarang orang | Kalo nggak tutup aurat? | Jangan dijawab deh, sudah pasti tahu jawabannya hehe ^^v

6.   Karena aku berharga, maka aku tutup aurat.
      Muslimah itu bagaikan perhiasan, sebagaimana dalam hadist berikut : Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.” ( HR. Muslim )
      Dan tahu kan kalau perhiasan itu berharga? Yang berharga itu pasti dilindungi agar aman. Begitu juga dengan seorang Muslimah. Muslimah itu berharga, maka harus dilindungi dengan hijab yang syar’i :’)

7.   Karena aku ingin lebih taat, maka aku tutup aurat.
      Inginkah kau disayang oleh Allah, diperhatikan oleh Allah dan diangkat derajatnya oleh Allah? Maka laksanakan perintahNya semata-mata karena Allah Ta’ala. Berhijab merupakan perintah Allah, maka jika engkau patuhi perintahNya yang satu ini, engkau sudah memulai perjalananmu menuju keta’atan pada Allah :D

8.   Karena aku sayang Ayahku, maka aku tutup aurat.
      Tahukah kau, mungkin kau tak mau tutup aurat karena kau belum menikah. Tapi ingat ukh, sebelum kau menikah, yang bertanggung jawab atas dirimu adalah Ayahmu. Jika kau tak mau tutup aurat, maka Ayahmu yang juga ikut menanggung dosamu. Selangkah kau keluar dari rumah dengan aurat terbuka, maka selangkah juga Ayahmu menuju neraka. Na’udzubillah min dzalik :’(
      Jika engkau sayang Ayahmu, tutup aurat sekarang yuk! :D

9.   Karena aku ingin saudara Muslim lainnya terbantu menjaga pandangan, maka aku tutup aurat.
      Saat kau keluar rumah dengan aurat kemana-mana, maka pandangan Muslim lain akan tertuju ke arahmu. Dan sudah pasti akan menjadi dosa bagimu dan mereka juga. Bantulah Muslim lain agar tak berzina mata dengan tutup aurat :’)

10.          Karena setiap inchi aurat yang terbuka akan bersaksi bahwa aku tidak amanah menjaga tubuhku, maka aku tutup aurat.
      Ingat ukh saat seluruh tubuhmu akan bersaksi nanti. Jika kau tidak menutup auratmu, maka tubuhmu akan bersaksi bahwa kau tidak menjaganya dengan baik. Tentu saja ganjarannya adalah neraka. Duh, nau’dzubillah min dzalik :’(

Renungkan kembali ukh, untuk apa kau berhijab syar’i. Untuk apa kau tutup aurat. Semoga pembahasan Ryu di atas bisa bermanfaat untuk ukhti sekalian. Apabila ada kesalahan dan menyinggung perasaan, mohon dimaafkan. Karena Ryu hanyalah perempuan berdosa yang sedang menyusuri jalan menuju ridho Allah.


Kebenaran datangnya dari Allah, kesalahan semata-mata datangnya dari saya.


Wallahua’lam bisshawab.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.