Lets Be A True Muslimah!

Muslimah adalah perhiasan, maka tutuplah aurat sesuai syar'i. Jadilah Muslimah sejati!

Hari gini Pacaran?

Muslimah harus anti Pacaran! Yuk jadi Jomblo Mulia sebelum halal :')

Yuk Pakai Pakaian Syar'i ^^

Pakaian Syar'i layaknya perisai yang melindungi kita dari serangan mata ajnabi.

Tutup aurat, sebelum terlambat

Betapa mengerikannya dosa-dosa bagi wanita Muslim yang tidak menutup aurat secara sempurna.

Jilbab syar'i, bukti cinta Allah pada Muslimah

Jilbab syar'i tidak memberatkan, justru melindungi dan sebagai tanda belajar taat pada Allah.

Tampilkan postingan dengan label Pojok Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Muslimah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2015

Stop Ghibah!

Stop Ghibah
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillah

Sholihah, siapa nih yang masih suka bergosip alias berghibah? Hmm, ini adalah salah satu penyakit wanita yang harus dihilangkan. Entah di sekolah, di pengajian, di warung, di pasar, dan tempat lainnya, tanpa kita sadari setiap topik pembicaraan kita dengan teman kita pasti akan menjurus ke membicarakan teman kita yang lain.

A : Hai, apa kabar?
B : Alhamdulillah sehat. Kabar kamu gimana?
A : Alhamdulillah sehat juga.
dan selanjutnya...
A : Kamu tahu nggak sih kalo si C tuh sekarang suka pakai baju ketat?
B : Iya tuh, padahal kan dia Muslimah. Aneh banget ya.
dan seterusnya.

Nah, sudah deh. Jadinya bergosip, dan hal itu pasti sulit banget dihentikan. Ya kan? Hayooo ngakuu 
:3


Sholihah, tahu nggak sih kalau membicarakan saudara sendiri itu bagai memakan daging saudara kita yang sudah meninggal? Hii... Jijik kan? :’( Nggak percaya? Simak yuk dalil berikut ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat:12)

Menjadi Muslimah yang bisa menghuni surga pasti adalah semua impian Muslimah. Namun kalau kita masih suka bergosip, yang diibaratkan dengan memakan bangkai saudara sendiri, pantaskah kita menghuni surga Allah? :’)

Yuk sama-sama kita perbaiki akhlaq kita, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah.

Wallahua'lam bish shawab.

Selasa, 21 Oktober 2014

Alasan Enggan Berjilbab Syar'i

Alasan Enggan Berjilbab Syar'i
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Bismillah

“Aku mau berjilbab syar’i, tapi...”

Nah loh, sudah ada niat, kok pakai tapi?

Hehe, yup dear. Di antara kita, pasti sudah ada Muslimah yang ingin berjilbab syar’i, atau malah malas berjilbab syar’i karena alasan tertentu. Biasanya, apa sih alasan kebanyakan Muslimah yang enggan berjilbab syar’i?

1. Aku mau berjilbab syar’i, tapi kedua orangtua melarangku
Alasan paling banyak biasanya adalah ini. Seringkali kita melihat berita-berita tentang terorisme yang menampilkan para wanitanya berjilbab syar’i dan bercadar. Dan otomatis hal tersebut membuat orangtua khawatir jika putrinya berubah seperti demikian.
Well, menaati kedua orangtua adalah kewajiban kita. Namun, taat kepada orangtua kita hanya dalam hal yang tidak mengandung maksiat kepada Allah Ta’ala.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,” (QS. Luqman : 15)
Jadi bagaimana? Yuk dijelaskan secara perlahan kepada orangtua kita bahwa jilbab adalah kewajiban bagi seorang Muslimah.

2. Aku mau berjilbab syar’i, tapi aku tidak punya uang untuk membeli jilbab
Naaah, ini dia. Tak bisa beli pakaian syar’i, kok bisa beli baju-baju tren masa kini? Atau gadget malah? Hehe. Kalau dipikir-pikir, pakaian syar’i itu tidak mahal lho!
Coba kita bandingkan jilbab dengan dress import yang katanya sedang ngetren. Jilbab yang kainnya panjang dan tebal harganya kira-kira Rp. 100.000. Lah kalau dress import? Rp 500.000 mungkin ada, hehe. Jadi jelas lebih murah pakaian syar’i toh?
Kalau memang benar-benar kesulitan dalam hal ekonomi, ada banyak jalan kok untuk bisa mendapatkannya. Pernah baca kisah-kisah inspiratif para peserta lomba JIC kemarin kan? Betapa besar perjuangan mereka dalam mendapatkan dan mempertahankan pakaian syar’i di tengah sulitnya ekonomi keluarga.
Jika ada usaha, pasti Allah akan sediakan jalan ^^

3. Aku mau berjilbab syar’i, tapi Indonesia panas bo
Waduh, neraka lebih panas lho #ups
Hehe, betul. Pakai jilbab di saat cuaca panas membuat gerah. Tapi itu lebih baik daripada dengan pakaian terbuka yang malah membuat kulit terbakar. Selain itu, coba deh kita ingat Ayat Allah berikut ini.
“...Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.” (At-Taubah : 81)
Lebih baik panas di dunia toh, daripada di neraka? :’) Na’udzubillah.

4. Aku mau berjilbab syar’i, tapi belum dapat hidayah nih
Hidayah? Kalau sudah ada niat kenapa harus menunggu hidayah? Hidayah itu datang karena usaha kita untuk menjemputnya lho. Sampai kapanpun kita menunggu hidayah, kalau tidak dijemput, ya di situ-situ saja, hehe.
How to pick the hidayah up? (sok inggris nih)
Salah satu caranya adalah dengan mulai membaca buku dan artikel tentang jilbab syar’i dan bergaul dengan Muslimah yang sudah berjilbab syar’i. Semoga Allah memberi hidayah ;))

Nah itu tadi beberapa alasan beberapa Muslimah menunda berjilbab. Yup, apapun alasannya, kita tidak boleh menunda kewajiban dengan mengatakan “tapi”. Kalau menunggu siap, tidak akan pernah siap jika tidak memulainya :’)
Jilbab syar’i itu bukti cinta Allah pada kita, Muslimah. Agar kita terlindungi dan terjaga.



#Wanita #Wani #Tutup #Aurat

Mohon maaf ya kalau ada kesalahan penyampaian dan kata ^^v


Wallahua’lam bish shawab.

Leave your Modist Clothes and Back to Syar'i

Leave your Modist Clothes and Back to Syar'i
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Bismillah

Tren hijab modis?
Ya dear. Sejak tahun lalu, tren ini sudah merebak dan sampai saat ini masih banyak penggemarnya. Mulai dari Abege hingga para Ibu. Bahkan sampai saat ini sudah banyak situs-situs dan buku-buku yang membahas tentang hijab gaul ini sekaligus tutorialnya.

Dear, kenapa sih tren ini begitu dahsyat?
Ternyata tren “hijab gaul” ini telah mengubah mindset para Muslimah khususnya di Indonesia tentang apa itu hijab. Yang semula menurut mereka hijab hanyalah kerudung dan pakaian Muslimah kuno saja, kini hijab merupakan salah satu fashion terkini yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Secara, modern dan gaul gitu loh, katanya sih begitu ^^a

Bagaimana tidak? Kini kerudung bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Bisa membentuk bunga dan bentuk-bentuk abstrak lainnya. Warna dan motif pun menjadi nilai tersendiri dalam dunia hijab gaul ini. Selain itu, pakaian bisa senada atau bisa saja bertabrakan warna dengan si kerudung. Jadi intinya, tutup aurat jalan, modis pun tetap. Inilah sebab mengapa banyak saudari kita menyukainya.

Tutorial? Sudah seabreg, dear. Dari yang berbayar seperti buku-buku, maupun yang gratisan seperti di internet. Tinggal unduh, pelajari lalu dipraktekkan. “Jadilah aku Muslimah yang tetap tutup aurat tapi still in mode!” Astaghfirullah.

Naaah Dear, di sini perlu kita pertanyakan. Sebenarnya, boleh nggak sih khimar (kerudung) dan jilbab (gamis/jubah) kita modif sedemikian rupa?

No no no, dear.

Yuk kita perhatikan apa saja yang bisa kita temui di dalam dunia hijab gaul ini :
1. Kerudung dimodifikasi sehingga berbentuk menarik
Nah, dari poin ini saja sudah jelas kenapa kerudung tidak boleh dimodifikasi menjadi bentuk yang aneh-aneh. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 31, Allah menyuruh kita menutupkan kain kudung ke dada. Ke dada, dear. Sementara yang sering kita lihat? Karena kainnya dililit ke sana ke mari, pastinya sudah tak bersisa sedikitpun untuk sekedar menutup dada. Walah, piye iki?
Sekalipun menutup dada, otomatis bentuk-bentuk kerudung modifikasi yang modern dan gaul itu akan menarik perhatian sekitar. Baik lelaki maupun perempuan. Nah loh, kalau lelaki sampai tertarik, sama dengan tabarruj dong?
Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang ber-tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (HR. Al-Baihaqi)

2. Berpunuk unta
Kalau tidak ada cepolnya, rasanya kurang sreg. Begitu katanya. Memang, tak sedikit dari tutorial yang Ryu lihat, pasti di kepala ada cepolnya, mirip punuk unta yang miring. Hmm, sudah tahu kan dear, punuk unta itu sangatlah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim, dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim dan yang lain).

3. Dipadupadankan dengan celana jeans
Dear sudah tahu kan bahayanya memakai celana jeans ketat? Ini sangat berbahaya bagi kesehatan rahim. Dan celana kan pakaian lelaki, dear. Hihihi.

Dan masih banyak poin-poin penting dari hijab gaul ini, tentunya menyimpang dari syar’i.

Intinya, hijab gaul yang sering kita lihat memang tidak sesuai dengan syar’i. Padahal esensi dari hijab itu sendiri adalah untuk menutup aurat dan melindungi kita dari zina dan fitnah. Namun hijab modern yang memang sedang melejit saat ini tidak ada bedanya dengan fashion yang mementingkan kecantikan dan membutuhkan perhatian khalayak.



Yang masih berhijab gaul, yuk tinggalkan. Kita sama-sama belajar sempurnakan hijab sesuai syari’at. Memang perlu proses, namun dengan niat yang kuat kita pasti bisa. Takut dihina? Dicemooh? Dijauhi? Itu ujian selamat datang dari Allah.

Pingin disayang Allah kan? Yuk hijrah ^^


Wallahua’lam

Senin, 08 September 2014

Jilbab Syar'i itu Memudahkan

Jilbab Syar'i itu Memudahkan
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan


Bismillah


“Jilbab Syar’i itu Memudahkan”

Oh ya? Benarkah?
Yes! Kalau ada yang bilang Jilbab syar’i itu kelihatan ribet dan memberatkan, artinya dia harus mencoba dan meneruskan. Hehe, nggak akan menyesal deh kalau sudah pakai.

Ada banyak kemudahan yang ditawarkan oleh jilbab syar’i.
Yang pertama, kita tidak perlu memakai mukena lagi jika hendak shalat di masjid saat sedang bepergian. Jika pakaian yang kita kenakan syar’i dan memenuhi syarat tutup aurat, artinya shalat kita InsyaaAllah sah hanya dengan memakai pakaian syar’i yang kita kenakan. Jangan lupa kaos kakinya ya.

Coba deh kalau hanya memakai kerudung tidak menutup dada dan celana jeans, otomatis yang namanya mukena jika hendak shalat di masjid itu penting banget. Harus cari ke sana ke mari. Belum lagi kalau mengantri. Aduh, repot kan?

Yang kedua, saat hendak menghadiri acara resmi. Kalau berjilbab syar’i, lebih mudah lho ketimbang tidak. Kita cukup pakai gamis/jilbab, kerudung menutup dada, kaos kaki, manset, memakai bedak tipis (tanpa tabarruj ya), dan... tada. Sudah siap! Bayangkan saja kalau tidak berjilbab syar’i. Kudu mix and match, dandan, uwel-uwel rambut, parfuman, nyari hi-heels, yah pokoknya rempong deh. Jadi, masih berani bilang Jilbab syar’i itu ribet?

Dan masih banyak kemudahan-kemudahan lainnya yang ditawarkan oleh si Jilbab Syar’i.



Masih keukeuh dengan pakaian ala baratmu? Sementara Allah sudah Memerintahkan kita untuk berjilbab syar’i yang jelas-jelas lebih memudahkan?
“...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...” (QS. Al-Baqarah : 185)

Yuk ah move-on, jangan mempersulit diri dengan mengikuti trend masa kini. Jadilah pengikut fashion Islam sepanjang masa, yaitu jilbab syar’i nan melindungi :’)
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Ssstt... Mumpung masih ada kesempatan lho ^^

Wallahua’lam bish shawab.



Jumat, 08 Agustus 2014

Tips Agar Istiqomah Berjilbab Syar'i

Tips Agar Istiqomah Berjilbab Syar'i
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan


Bismillah

Mungkin ada dari kita yang baru saja berjilbab syar’i, namun tiba-tiba kita tak kuasa menahan bisikan setan untuk melepas jilbab yang baru saja kita pakai dan kembali untuk tak berjilbab atau berjilbab modis.

Nah, bagaimana cara menghadapi situasi ini? Ryu-chan ada tips nya. Yuk simak.

1. Tanamkan dalam hati bahwa berjilbab karena Allah dan perintah berjilbab adalah bukti bahwa Allah sayang pada kita
Perintah berjilbab mutlak dari Allah Ta’ala, karena tertera di dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 31 dan Surat Al-Ahzaab ayat 59.
“...Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...” (QS. 24:31)
“...Hendaklah mereka mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...” (QS. 33:59)
Nah mengapa Allah memerintahkan demikian?
“....Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu....” (QS. 33:59).
Bukankah itu bukti Allah sayang pada kita? ;))

2. Perbanyak membaca buku-buku mengenai jilbab syar’i dan buku ilmu Islam lainnya
Kita pun perlu menambah wawasan kita, mengapa kita harus berjilbab syar’i? Apa keuntungannya untuk kita? Bagaimana cara mengenakannya dengan benar? InsyaAllah dengan begitu kita tetap semangat berjilbab syar’i karena kita telah memiliki pengetahuan yang banyak tentang jilbab syar’i. Juga tak lupa buku pengetahuan Islam lainnya, agar semakin luas pengetahuan kita dan semakin bangga menjadi seorang Muslimah.

 3. Menyampaikan ajakan untuk berjilbab melalui media sosial
Daripada akun pribadi kita isi dengan hal-hal negatif, lebih baik kita jadikan ladang pahala dengan membuat tulisan dakwah di akun kita. Selain sebagai catatan untuk diri kita sendiri agar terus istiqomah, juga sebagai ajakan untuk teman-teman yang belum berjilbab syar’i.



4. Perbanyak teman-teman yang sudah berjilbab syar’i
Agar semakin semangat dalam berjilbab syar’i, salah satunya dengan perbanyak teman-teman yang sudah berjilbab syar’i. Dengan begitu, kita akan semakin termotivasi dan juga memiliki banyak teman untuk saling mengingatkan.

5. Menggabungkan diri dengan komunitas dakwah Muslimah
Nah tips terakhir ini juga boleh dicoba, dengan begini kita semakin semangat untuk berjilbab syar’i karena kita tidak hanya mengajak diri sendiri untuk berjilbab syar’i, tapi juga mengajak orang lain untuk berjilbab syar’i bersama teman-teman di organisasi.

Sekian tips dari Ryu-chan, kalau ada tambahan dari sholihah boleh ditambah di kolom komentar agar bisa dibaca oleh sholihah lain hehe. Semoga bermanfaat ya ^^ Keep istiqomah sholihah.

Mohon maaf jika ada salah kata atau penyampaian.

Wallahua’lam bish shawab.

Lets Be A True Muslimah!

Lets Be A True Muslimah!
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Bismillah

“Lets be a true Muslimah”

Yes! Sholehah, sudahkah kita menjadi Muslimah sejati?
Tentu saja hanya Allah yang tahu apakah kita sudah menjadi Muslimah sejati atau belum. Namun pertanyaan yang pasti untuk kita, apakah kita sedang berusaha untuk menjadi Muslimah sejati di mata Allah?

Memang tak mudah untuk bisa seperti itu. Banyak rintangan dan ujian yang harus kita hadapi. Sama saja seperti saat kita ingin menjadi juara kelas. Kita harus banyak belajar dan berlatih agar bisa meraih predikat tersebut, sekaligus memiliki banyak ilmu yang bisa dimanfaatkan.
Awalnya memang rumit dan sulit untuk memulai. Namun jika kita bersungguh-sungguh ingin mulai menjadi Muslimah sejati, pasti sedikit demi sedikit akan bisa memulainya.

Apa yang harus kita lakukan di tahap awal agar menjadi Muslimah sejati?
Yes, tutup aurat dengan berjilbab syar’i.

Kenapa?

Ini perintah Allah untuk Muslimah loh, dan sangat penting. Tak peduli apakah kita sudah pintar ilmu agama ataupun belum, tetap wajib memakainya. Selain itu, jilbab dan khimar syar’i merupakan identitas Muslimah, yang membedakan Muslimah dengan wanita kaum lain.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya...” (QS. An-Nuur : 31)

Kalau kita sudah melaksanakannya dan niat semata-mata Lillahi Ta’ala, InsyaAllah kita sedang menuju ‘Muslimah Sejati’.
So, what the next?

Yang mungkin masih suka bermain atau berkumpul dengan lelaki non mahram, apalagi p-a-c-a-r-a-n, maka tinggalkan mulai sekarang. Allah benar-benar melarang hal seperti itu lho, karena termasuk zina.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ : 32)

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)



Nah masih ada banyak lagi yang harus Muslimah jalankan untuk mencapai ‘Muslimah Sejati’, jadi kita harus terus perbanyak ilmu, mengamalkan, dan tetap istiqomah.

Sholehah, jangan sampai kita menjadi Muslimah yang merugi. Karena hidup di dunia hanya sekali saja, takkan ada kesempatan kedua. Jangan sampai kita gagal menjadi hamba Allah di dunia ini. Yuk segerakan mengejar surga Allah, jadilah Muslimah sejati :’)

Mohon maaf ya Sholehah apabila ada kesalahan kata maupun kekurangan ^^
Selamat istiqomah ^^

Wallahua’lam bish shawab.



Selasa, 24 Juni 2014

Alasan dan Dampak dari Pacaran

Alasan dan Dampak dari Pacaran
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Pacaran. Yup, aktivitas yang didamba-dambakan oleh kebanyakan remaja masa kini. Yang katanya “kalau nggak pacaran, nggak gaul”. Yang katanya bikin kita nggak bete. Yang katanya bikin kita bakal diperhatiin terus. Yang katanya bikin kita nggak kesepian dan meramaikan suasana. Yang katanya bakal ada yang antar ke sana-ke mari. Hello, dia itu pacarmu atau tukang ojek pribadi? Hihi.

Membahas soal pacaran memang nggak ada habisnya, tapi Ryu ingin bahas alasan mengapa berpacaran dan dampak-dampak bahaya yang nyata dari pacaran dan sudah sering terjadi di antara kita. Yuk kulik satu-satu.

Alasan mengapa berpacaran :
1. Karena aku mencintainya dan aku tidak mau kehilangannya
Well ini adalah alasan klasik. Kalau memang mencintainya, kok tega sih membiarkan dia melakukan perbuatan mendekati zina seperti pacaran dan akhirnya berdosa? Kalau memang cinta, cukup simpan dalam diam dan berusaha untuk memantaskan diri. Perempuan baik untuk lelaki baik, pun sebaliknya (QS. An-Nuur : 26). Dan kalau tidak mau kehilangan, langsung menikah saja jika sudah siap, hehe.

2. Supaya ada yang memperhatikan
Hmm betul, ini juga jadi alasan paling banyak. Supaya ada rajin SMS “Sudah makan belum?”, “Sudah sholat belum?”, “Sudah mandi belum?”, “Sudah tidur belum?” (lho?). Memang sih, katanya mengingatkan untuk kebaikannya. Tapi masa iya mengingatkan kebaikan dengan cara yang tidak baik alias pacaran?

3. Buat have fun
Hihi pacaran memang hanya untuk bersenang-senang, jarang yang berniat untuk serius menjalani pacaran. Pun kalau berlanjut ke pernikahan, biasanya banyak mengecewakan, wallahua’lam. Coba saja jika saat berpacaran tanyakan padanya kapan akan melamar, mungkin jawabannya tergagap-gagap dan berdalih “gampang, yang penting jalani aja dulu.”

Yup itu adalah salah tiga dari sekian banyak alasan. Dampaknya?

1. Berdosa
Ini sih sudah pasti dear, dampak terbesar dari dampak-dampak lain. Kok bisa dosa? Allah yang menghukuminya haram lho ^^
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa : 32)
Berpegang-pegangan, berkhalwat, berpandang-pandangan, berdua-duaan, itu termasuk zina dear.

2. Membuat galau
Nah ini nih dampak terbesar kedua. Sering menemukan status-status galau bertebaran kan? Dan biasanya status itu dibuat oleh seorang aktivis pacaran. Apalagi kalau malam minggu, ramai bener deh beranda dan timeline. Buat apa sih menggalaui sesuatu yang tidak pasti seperti pacaran? Lebih baik putuskan pacarnya lalu mulai melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat, InsyaAllah jauh dari galau hehe.

3. Mengurangi kehormatan diri
Dalam aktivitas pacaran, sering kita temukan aktivitas berdua-duaan, berpegang-pegangan dan lain. Sudah berdosa, kehormatan diri pun tergerus sedikit demi sedikit. Mungkin awalnya memang “cuma”, tapi kalau tiba-tiba pendirian goyah, dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Melayang sudah kehormatan diri.

4. Memicu perbuatan tercela
Seperti kasus yang kita temui akhir-akhir ini, pacaran bisa memicu terjadinya pembunuhan mengenaskan. Ya, ini bisa saja terjadi kalau sang pacar bukan laki-laki baik. Apalagi hanya karena masalah sepele, cemburu. Ck ck ck.

Ada lagi? Tambahin ya hehe.

Jadi harus gimana ya?

Sudah pasti jawabannya satu. Ngejomblo dulu!
Kalau belum siap untuk menikah, lebih baik siapkan dan pantaskan diri dulu selama menjomblo. Apalagi di usia remaja masih dalam keadaan labil, di saat seperti itu jadikan waktu terbaik untuk belajar memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ikhtiar lalu tawakkal.

Tapi aku butuh perhatian dari orang yang kusayang.
Kan ada orangtua yang selalu memperhatikan kita sedari kita lahir. Ya kan? Siapa yang lebih sering mengingatkan makan? Mengingatkan sholat? Mengingatkan belajar dan istirahat?
Jika orangtua telah tiada, perbanyaklah sahabat yang baik, untuk saling mengingatkan akan kebaikan.

Yuk tinggalkan pacaran, jaga iffah dan izzahmu dan jadilah Muslim dan Muslimah yang baik agar mendapat jodoh yang baik pula. Jomblo itu keren kok ^^

Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan penyampaian.

#JOSS #YukPutusinPacarnya #AntiPacaran

Wallahua'lam bish shawab.

Sabtu, 07 Juni 2014

Jangan Salahkan Jilbabnya

Jangan Salahkan Jilbabnya
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

“Ada sepenggal kisah, seorang wanita berkerudung walaupun belum syar’i.
Saat itu ia sedang berjalan dengan seorang lelaki yang bukan mahromnya.
Mereka berdua begitu bahagia dengan apa yang sedang mereka lakukan.
Namun, wanita itu mendengar dari kejauhan suara yang menyakitkan hatinya.
Terdengar sebaris kalimat, “Berjilbab tapi pacaran, mending jangan berjilbab!”

Bukannya segera memperbaiki akhlaq, wanita itu malah melepas kerudungnya.
Ia beranggapan bahwa ia tidak pantas berjilbab dan masih berperilaku buruk.
Dan ia yakin kalau kebaikan seseorang cukup diukur dari tindakan saja.
Yang penting hatinya.”

Dear sholehah, pernahkah mengalami hal seperti itu, atau menemukan kejadian seperti itu di sekitar kita? Bagaimana tanggapanmu?

Seringkali kita menemukan kalimat-kalimat semacam itu, kalimat yang membuat hati jadi bimbang untuk mulai berjilbab. Bahkan tak jarang juga kalimat seperti itu dilayangkan langsung kepada kita yang mulai untuk istiqomah.

Dear, jika saja berjilbab hanya untuk wanita yang sudah sempurna akhlaqnya, takkan ada wanita zaman kini yang pantas untuk berjilbab. Namun, ingat dear. Berjilbab itu adalah kewajiban, bukan pilihan. Yuk kita cek dalilnya di Al-Qur’an.

“..."Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,....” (QS. An-Nuur : 31)

“...."Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu....” (QS. Al-Ahzaab : 59.

Nah, Allah yang memerintahkan kita berjilbab, otomatis hukumnya wajib. Oke dear? (;



“Percuma dong pake kerudung, tapi kelakuan masih kayak gitu. Mending jangan pake jilbab, malu sama jilbabnya.” | Sholehah, jilbab dan akhlaq tidak ada sangkut pautnya. Seorang wanita Muslimah yang kurang baik akhlaqnya pun wajib mengenakan kerudungnya. Sebab apa? Allah mewajibkannya. Sudah sangat jelas tercantum di dalam Al-Qur’an.

Justru kita harus segerakan memakai jilbab, walaupun ilmu agama masih kurang dan perilaku masih belum baik. Apalagi jilbab dan kerudungnya syar’i, pasti sedikit demi sedikit akan muncul rasa malu dalam hati jika kita masih berperilaku buruk. Secara tidak langsung, kerudung dan jilbab yang kita pakai akan menjadi cambuk buat kita untuk mulai mempelajari Islam dan mulai belajar berakhlaq mulia.

Jadi, saat melihat seseorang yang berjilbab masih melakukan kegiatan buruk seperti pacaran, jangan salahkan kerudung dan jilbab yang ia pakai. Namun salahkan akhlaqnya. Jangan malah buat ia melepas kerudungnya. Karena jilbab bukan hanya untuk Ustadzah ataupun Ibu haji, tapi untuk semua Muslimah di bumi ini ^^

Walaupun hati masih buruk,
Jilbab dan kerudung harus tetap dipakai.
Jika kita memiliki rasa malu,
Pasti perlahan akan memperbaiki hati ^^


Keep istiqomah Sholehah ^^/

Wallahua'lam bish shawab.

Hari Gini Pacaran?

Hari Gini Pacaran?
Oleh : Ryu-chan
Telah dipublikasikan di akun FB.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Selamat sore akhi sholeh wa ukhti sholehah.
Nanti malam Ahad ya? Hehehe. 
Biasanya malam ini identik dengan apa sih? Yups, so pasti identik dengan pacaran!

Nah nah, siapa nih yang suka galau karena pacar? Hehe, kok mau aja sih menggalaui seseorang yang belum tentu jodoh kita? (:

Sebelumnya, mungkin sobat udah tahu kalau pacaran itu nggak boleh dalam Islam. Karena apa? Sebab pacaran lebih banyak mudhorotnya daripada manfaat. Kalaupun ada manfaat, ya itu hanya kepuasan hawa nafsu dunia aja. Hihi, hati-hati loh jadi zina :')

Memang, kaum adam tidak akan merasakan mudhorotnya secara berarti, tapi kita, Muslimah? Hmm, jangan ditanya. Harga diripun bisa hilang karena pacaran saja. Hii.
Tapi jangan sangka lelaki nggak dapat mudhorotnya. Pacaran bisa saja membuat lelaki berbuat zina, seperti berangan-angan, menyentuh, memandang saja sudah termasuk.

Yah pokoknya banyak mudhorotnya deh. Dosa, lagi. Dan salah satunya yang paling banyak terjadi pada diri aktivis pacaran adalah : GALAU.

"Emang kenapa kalau galau karena pacar? Dosa?" | Sejauh ini Ryu belum nemu dalil tentang galau *kalau ada kasih tahu ya* Tapi galau tentang pacar yang terlalu dilebih-lebihkan itu nggak bagus. Banyak yang mengungkapkan perasaan galaunya dengan aktivitas nggak wajar. Misalnya update status atawa ngetweet sampe ratusan dalam satu malam (nggak keriting tuh jari). 
Mending kalau tweet/statusnya bermanfaat :'D 

Atau ada yang lain. Misalnya dia mengunci diri dalam kamar sambil nangis-nangisan diiringi musik-musik melow nan galaw. Wuiih, jelas banget itu cuma buang waktu. Mending malam Ahad nya diisi dengan kumpul bersama keluarga. Ada yang mau nambahin? 

"Itu dosa?" | Jika hal itu sampai menghambatmu untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, jelas dosa. Apalagi galau karena pacar, duuh. Kalau memang kamu menyukai seseorang (bukan pacar ya), cukup diam dan simpan. Ungkapkan unek-unekmu pada Allah melalui seuntai do'a di atas sajadah pada sepertiga malam. Nggak perlu menggalau gaje yang bikin lupa sama Allah.

Kalaupun ingin menggalau, galaulah jika kamu tidak pernah beribadah pada Allah, selalu meninggalkan sunnah, sulit meninggalkan laranganNya dan selalu berbuat dosa. Itu sebaik-baik galau. Tapi juga jangan terlalu tenggelam dalam galau. Bangkit dan mulai berbenah diri.

So, itu salah satu mudhorot pacaran. Dan masih ada sejuta mudhorot lainnya yang pasti dirasakan oleh aktivis pacaran tanpa mereka sadari. Sebelum terlambat, nyok jauhi #pacaran.
Siap? Harus!

Wallahua'lam. Mohon maaf kalau tersinggung atau ada salah kata.



Jumat, 06 Juni 2014

Ilmu

Ilmu
Sumber : Buletin Mutiara Amaly (dengan pengurangan seperlunya)


Perlunya ilmu karena keperluan untuk takut kepada Allah Ta’ala
Mencarinya adalah penyembahan kepada Allah Ta’ala
Mempelajarinya adalah kepujian
Bersusah karenanya adalah jihad

Mengajarnya pada orang yang tidak tahu adalah sedekah
Memberinya pada yang layak adalah kelebihan

Ia kawan dalam perjalanan
Ia sahabat dalam kesunyian
Ia petunjuk dalam agama, cahaya untuk mereka dalam kegembiraan maupun kesusahan
Ia kawan kepada hati yang asing dan menjadi jalan untuk ke surga

Ia menghidupkan yang mati
Ia adalah cahaya kepada mata dalam kegelapan
Dan memberi kekuatan kepada badan setelah membuang kelemahan

Dengannya manusia mencapai ketaqwaan
Berfikir dengannya ibarat berpuasa
Dan belajarnya adalah seperti sholat

Dengan pertolongannya Allah diikuti & disembah
Dengan pertolongannya peringatan diberi
Dengn pertolongannya keagungan Allah difahami
Ikatan darah dikekalkan dan benda yang haram diketahui

Itulah ilmu


Yuk berbagi ilmu bermanfaat walaupun hanya sedikit yang kita ketahui :’)


Tabarruj

Tabarruj
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah di-posting di JIC (oleh Ryu-chan)

Bismillah

Selamat malam sholehah ^^ Malam sabtu nih, sebentar lagi akhir pekan ya ;D

Alhamdulillah kali ini Ryu berkesempatan untuk share tentang Tabarruj, karena sebelumnya Ryu ingin membahas tabarruj di waktu mendatang. Dan datanglah waktu mendatang itu xD =_=" (abaikan opening berantakan ini hehe)

Ya sudah, yuk langsung kita bahas ;D

Sholehah, saat akan bepergian ke luar rumah, biasanya sholehah berdandan dulu atau tidak? Hayo... Tidak dapat dipungkiri, agar kita terlihat lebih segar, biasanya Muslimah berdandan dulu sebelum keluar rumah untuk bepergian. Namun, bagaimana sih cara berdandan kita? Apakah menyalahi syari’at Islam?

Sudahkah Sholehah menghindari yang namanya tabarruj alias berhias terlalu berlebihan, baik itu pakaian maupun make-up? 


Tabarruj adalah berhias secara berlebihan dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian kaum laki-laki, baik diniatkan ataupun tidak. Nah, tabarruj ini sangat dilarang oleh Islam. Berikut dalilnya.

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S Al-Ahzab : 33).

Imam Mujahid menegaskan bahwa yang dimaksud tabarruj jahiliyah adalah “ketika seorang Muslimah berjalan di tengah-tengah kerumunan laki-laki”.

“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang ber-tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (HR. Al-Baihaqi)

Sholehah, seperti apa sih tabarruj itu? Seorang Muslimah dikatakan ber-tabarruj apabila dia :
1. Make-up di wajah yang berlebihan
2. Mengenakan parfum
3. Memakai pakaian yang banyak perhiasannya dan mencolok
4. Menggoda lelaki dengan ucapan dan gaya berjalannya
5. Mengenakan pakaian ketat dan transparan

Kerudung modifikasi atau “hijab gaul” juga termasuk tabarruj loh dear. Kenapa tuh? Karena biasanya nih, kerudung gaul seperti itu dibuat hanya untuk fashion dan pastinya akan menarik perhatian orang lain.



Nah Sholehah, sebagai Muslimah yang rapi tidak mungkin kita keluar rumah tanpa berdandan agar terlihat segar. Jadi bagaimana nih cara kita supaya tetap segar tanpa ber-tabarruj? Simple saja, kita cukup poles wajah dengan bedak tipis, tidak perlu tebal-tebal. Mungkin Sholehah punya tips lain agar wajah tetap segar tanpa tabarruj ^^

Lalu, kenapa sih tabarruj dilarang? Kan jadinya ketinggalan jaman.

Allah dan Rasul-nya melarangnya dear, coba deh baca kembali dalil yang sudah dibawakan di atas. Selain itu, tak hanya wanita yang diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangan. Lelaki pun sama. Jadi, bantulah mereka dengan tidak bertabarruj dan mulai mengenakan hijab yang syar’i :’)

Tidak perlu mengikuti tren jika itu hanya menjerumuskanmu ke neraka. Perintah Allah lebih layak untuk engkau ikuti, sebab Allah pasti akan memberi balasan kepada hambaNya yang selalu beramal sholeh dan surga pasti menanti.


Yang masih bertabarruj, yuk tinggalkan dan yang sudah meninggalkannya, tetap istiqomah dan rangkul sahabatnya agar ikut hijrah bersamamu ^^

Wallahua'lam bish shawab.

Rabu, 04 Juni 2014

Jabat Tangan Dengan Bukan Mahrom? No!

Jabat Tangan Dengan Bukan Mahrom? No!
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah di-posting di Jilbab ITU Cantik (oleh Ryu-chan)

Bismillah

MasyaAllah akhirnya bisa buka blog lagi, hehe. Biasa, akhir-akhir ini Ryu sibuk dengan Ujian akhir tahun di SMK. Alhamdulillah Ryu lulus dengan nilai memuaskan. 

Kebetulan hari ini Ryu sedang diberi kesempatan punya kuota untuk sharing lagi. Kali ini Ryu akan lebih sering posting artikel yang Ryu buat dan sudah di-post di fanpage JIC. Kebetulan Ryu menjadi admin di sana, hehe.

Nah, kali ini temanya tentang jabat tangan dengan bukan mahrom. Yuk simak ^^


Dalam berbagai kegiatan sosial seperti di sekolah, di kantor, ataupun di tempat lain, akan ada kemungkinan kita tidak bisa menghindari interaksi dengan lawan jenis bukan mahrom. Salah satunya adalah berjabat tangan.

Nah, masihkah Sholihah berjabat tangan dengan lelaki bukan mahrom? Lalu, bagaimana jika Sholihah tak bisa menghindari jabat tangan? 



Sholihah, berjabat tangan memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah untuk tetap menjaga silaturahim dan menjaga hati dari kebencian. Biasanya, saat bertemu dengan teman atau mencapai suatu mufakat, kita akan berjabat tangan. Dan juga saat bertemu orang yang lebih tua seperti guru, biasanya akan mencium tangannya.

Namun, bagaimana jika kita Muslimah berjabat tangan dengan lelaki bukan mahrom?

It’s a big NO.



Sekalipun beliau adalah guru kita, selama beliau bukanlah mahrom kita, haram untuk saling bersentuhan. Dan apabila kita seorang guru, tetap tidak boleh bersentuhan dengan murid lelaki yang sudah mengerti tentang aurat. Apapun alasannya.

“Kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada dia menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.” (HR. At-Tabrani)

Lalu bagaimana jika ada seorang lelaki yang ingin berjabat tangan dengan kita?

Mudah kok, cukup satukan kedua telapak tangan bagian dalam, letakkan di dekat dagu dan berikan sekilas senyum, cukup sekilas saja, agar kesan sombong bagi mereka pudar. Jangan takut dikatakan sombong oleh mereka, takutlah akan kepala ditusuk dengan jarum/pasak besi di akhirat :’D Na’udzubillah min dzalik.


Yuk amalkan Sholihah :D

Semoga bermanfaat Sholihah ^^


Wallahua'lam bish shawab


Kamis, 19 September 2013

Tutorial Khimar Syar'i

Tutorial Khimar Syar'i
Sumber Gambar : Peduli Jilbab


Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Wah ternyata ISP Ryu lagi berbaik hati nih, jadi Ryu bisa ngeblog dengan kuota super-minim hehehe *malah curhat*. Malam ini Ryu mau share tutorial pakai Khimar syar'i supaya lebih rapi. Ada juga tutorial men-double khimar bahan paris agar lebih tebal saat dipakai. Biar syar'i, gitu :D

Gambar ini Ryu dapat dari www.pedulijilbab.com.

>>> Tutorial Jilbab Syar'i <<<
(labil ya, hehehe. karena menurut Ryu harusnya khimar, bukan jilbab)

Buat ukhti yang sedang belajar pakai khimar syar'i (sudah tebal), ini dia tutor simple-nya supaya khimarnya lebih rapi. Jika kurang jelas, klik saja gambarnya ;)




>>> Tutoial Jilbab Double <<<

Nah bagi ukhti yang belum punya khimar tebal dan masih punya bahan paris, bisa didobel supaya syar'i :D Caranya? Klik gambarnya yaaa :D


Alhamdulillah, silakan dicoba ukhti. Semoga bermanfaat yaaa :)

Wallahua'lam bisshawab.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?
Sumber : Jilbab ITU Cantik (dengan tambahan penjelasan oleh @ryu_ritsu)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Selamat malam Ukhti Shalihat :D
Pada kesempatan ini Ryu akan membahas tentang “Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?”. Yap, maksudnya dengan pakaian syar’i.

Ukhti yang sudah tutup aurat dengan syar’i, mungkin akan dikomentari oleh orang lain dan ditanya alasannya mengapa kau tutup aurat setebal dan selonggar itu. Mungkin postingan ini bisa membantu ukhti untuk menjawab pertanyaan mereka dengan tegas, walaupun Ryu yakin pasti ukhti sekalian tahu alasan mengapa ukhti berhijab syar’i ;) Dan juga bisa dijadikan sebagai bahan renungan bagi ukhti yang niat tutup auratnya masih agak melenceng :’)

Silakan disimak dan direnungkan.

Mengapa Kau Tutup Aurat dengan Syar’i?

1.   Karena aku Islam, maka aku tutup aurat.
     Benar ukh, Islam agama yang melindungi wanita. Dan cara Islam melindungi wanita adalah dengan mewajibkannya tutup aurat. Tentu saja harus syar’i.

2.   Karena aku ridho Allah Ta’ala adalah Rabb-ku, maka aku tutup aurat.
      Muslimah yang beriman pasti beriman pada Allah Ta’ala. Muslimah yang beriman pasti mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Berhijab syar’i adalah perintah Allah Ta’ala, sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nuur ayat 31 dan Surat Al-Ahzab ayat 59 :
      “...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya...” (QS. An-Nuur: 31)
      “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
      Katakan pada mereka : Jika engkau Muslimah beriman, segera laksanakan salah satu perintahNya ini :’)

3.   Karena aku perempuan merdeka, maka aku tutup aurat.
      Katakan pada mereka : Engkau bukan budak kan? Alhamdulillah. Segerakan tutup aurat. :)

4.   Karena ini identitasku sebagai Muslimah, maka aku tutup aurat.
      Seorang Muslimah yang ingin diakui sebagai “Muslimah” oleh orang lain sudah pasti membutuhkan sebuah identitas. Nah identitasnya sebagai Muslimah dapat ditunjukkan dengan hijabnya yang syar’i.

5.   Karena aku berakal, maka aku tutup aurat.
      Muslimah yang berakal sehat pasti tutup aurat untuk melindungi kecantikannya agar tidak dipandang sembarang orang | Kalo nggak tutup aurat? | Jangan dijawab deh, sudah pasti tahu jawabannya hehe ^^v

6.   Karena aku berharga, maka aku tutup aurat.
      Muslimah itu bagaikan perhiasan, sebagaimana dalam hadist berikut : Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.” ( HR. Muslim )
      Dan tahu kan kalau perhiasan itu berharga? Yang berharga itu pasti dilindungi agar aman. Begitu juga dengan seorang Muslimah. Muslimah itu berharga, maka harus dilindungi dengan hijab yang syar’i :’)

7.   Karena aku ingin lebih taat, maka aku tutup aurat.
      Inginkah kau disayang oleh Allah, diperhatikan oleh Allah dan diangkat derajatnya oleh Allah? Maka laksanakan perintahNya semata-mata karena Allah Ta’ala. Berhijab merupakan perintah Allah, maka jika engkau patuhi perintahNya yang satu ini, engkau sudah memulai perjalananmu menuju keta’atan pada Allah :D

8.   Karena aku sayang Ayahku, maka aku tutup aurat.
      Tahukah kau, mungkin kau tak mau tutup aurat karena kau belum menikah. Tapi ingat ukh, sebelum kau menikah, yang bertanggung jawab atas dirimu adalah Ayahmu. Jika kau tak mau tutup aurat, maka Ayahmu yang juga ikut menanggung dosamu. Selangkah kau keluar dari rumah dengan aurat terbuka, maka selangkah juga Ayahmu menuju neraka. Na’udzubillah min dzalik :’(
      Jika engkau sayang Ayahmu, tutup aurat sekarang yuk! :D

9.   Karena aku ingin saudara Muslim lainnya terbantu menjaga pandangan, maka aku tutup aurat.
      Saat kau keluar rumah dengan aurat kemana-mana, maka pandangan Muslim lain akan tertuju ke arahmu. Dan sudah pasti akan menjadi dosa bagimu dan mereka juga. Bantulah Muslim lain agar tak berzina mata dengan tutup aurat :’)

10.          Karena setiap inchi aurat yang terbuka akan bersaksi bahwa aku tidak amanah menjaga tubuhku, maka aku tutup aurat.
      Ingat ukh saat seluruh tubuhmu akan bersaksi nanti. Jika kau tidak menutup auratmu, maka tubuhmu akan bersaksi bahwa kau tidak menjaganya dengan baik. Tentu saja ganjarannya adalah neraka. Duh, nau’dzubillah min dzalik :’(

Renungkan kembali ukh, untuk apa kau berhijab syar’i. Untuk apa kau tutup aurat. Semoga pembahasan Ryu di atas bisa bermanfaat untuk ukhti sekalian. Apabila ada kesalahan dan menyinggung perasaan, mohon dimaafkan. Karena Ryu hanyalah perempuan berdosa yang sedang menyusuri jalan menuju ridho Allah.


Kebenaran datangnya dari Allah, kesalahan semata-mata datangnya dari saya.


Wallahua’lam bisshawab.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Hijab "Gaul"

Hijab “Gaul”
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah Ryu punya kesempatan untuk membuat postingan ini hehehe :D Kali ini Ryu akan membahas tentang Hijab “Gaul”.

Sebelumnya, Ryu di sini hanya berbagi ilmu dan pengetahuan yang Ryu punya di sini. Jadi kalo ada kesalahan Ryu dalam membagikan ilmu di sini, mohon kripik kentangnya ya, eh maksudnya kritik dan sarannya :D

Akhir-akhir ini ukhti pasti sering melihat berbagai macam model kerudung atau sekarang dipanggil “Hijab Gaul”. Apa sih pendapat ukhti tentang hijab gaul nan modern satu ini? Modis? Cantik? Glamor? Elegan? Mewah? Gaul? Trendi?
Mungkin ukhti yang sedang membaca postingan ini merupakan seorang muslimah yang mengikuti tren hijab gaul. Saat Ryu melihat wanita yang kerudungnya sudah dimodifikasi alias “gaul dan trendi”, Ryu juga berfikir “wah keren banget”, “kok bisa berbentuk bunga gitu sih?”. Tapi Alhamdulillah, Ryu belum pernah coba kerudung lilit-sana-lilit-sini karena Ryu nggak punya kerudung bahan paris warna-warni yang bisa dicoba untuk membuat kerudung trendi. Hihihi.



Saat Ryu berfikir kembali, kerudung yang seperti itu sangat merepotkan, ukh. Bagaimana kalau saat sedang dalam perjalanan dan akan melaksanakan shalat? Pasti ribet kan saat akan berwudhu? Jarum pentul di sana-sini, lilitannya yang pasti akan berubah, dan butuh waktu berjam-jam untuk membentuknya kembali. :D

Ryu juga sering melihat wanita yang berhijab gaul di sekitar Ryu. Biasanya nih, biasanya, wanita yang berhijab gaul itu pasti bertabarruj. Iya, tabarruj. Buat ukhti yang belum tahu apa itu tabarruj, nanti Ryu bahas deh, InsyaAllah ;)
Wanita yang berhijab gaul itu biasanya bertabarruj. Di kerudungnya dipasang bros besar nan berkilau, bahkan sekarang ada anting kerudung, seperti pengganti perhiasan konvensional yang terlihat jika kita tidak berkerudung :’( Lalu mereka juga mengenakan pakaian yang tiada pantas untuk dipakai, seperti celana jeans ketat atau skinny jeans. Make-up mereka juga menor-menor, dan di kepalanya ada tonjolan tinggi seperti punuk unta yang miring. Duh, naudzubillah min dzalik :’(


Ukhti, bukankah yang seperti itu sungguh sangat merepotkan bagimu? Bukankah yang seperti itu sangat tak nyaman? Seandainya ukhti berpakaian seperti itu di luar rumah, Ryu sangat yakin, berpasang-pasang mata lelaki pasti akan tertuju padamu (kayak slogan suatu acara hihi). Ingat ukh, hanya dengan memandang saja itu sudah zina. Duuuh, dosa numpuk deh :’(

Padahal Allah Ta’ala sudah memerintahkan kita untuk berhijab dengan benar, sesuai dengan tuntunanNya di Al-Qur’an tepatnya di Surat An-Nuur ayat 31 dan Surat Al-Ahzab ayat 59. Dan yang Allah perintahkan itu sederhana loh Ukh. Kita nggak perlu pakai bros besar berkilau, berpunuk unta, memakai perhiasan khusus untuk kerudung, berpakaian super-duper-ketat dan lain-lain, karena memakainya saja sudah berdosa. Cukup pakai khimar yang menutupi dada dan jilbab longgar.

Sekarang kita main logika deh. Lebih ribet mana sih, pakai kerudung lilit-sana-lilit-sini yang tutorial-nya ribet dan membludak saking banyaknya model, atau khimar panjang nan syar’i yang cukup diurai menutupi dada, dan tidak perlu lilit ke sana ke mari? Sudah pasti ukhti tahu dong jawabannya ;)
Lagipula Allah lebih suka kok muslimah yang berjilbab longgar dan berkhimar yang syar’i. Dapat pahala loh :D Daripada hijab gaul, udah ribet, berbonus dosa lagi. Betul apa benar? ;)



Sebenarnya, apa sih yang membuat ukhti ingin mencoba kerudung seperti itu? Apakah ingin terlihat cantik? Atau terlihat Islami tapi modis dan modern?

Tak perlulah kita terlihat cantik di depan semua orang, apalagi berlabel “cantik Islami”. Ukh, justru sembunyikanlah kecantikanmu di balik jilbab syar’i-mu. Jangan malah kau tampakkan melalu hijab gaulmu. Ingat ukh, muslimah cantik itu auranya ke mana-mana, bukan auratnya yang ke mana-mana :’) Lagipula, cukuplah kita berkeinginan cantik di mata Allah, dengan mempercantik akhlak dan iman kita, juga dengan menutup aurat kita sesuai tuntunan Al-Qur’an.

Di akhir postingan ini, semoga ukhti yang masih berhijab gaul segera menanggalkan kerudung gaulnya dan bercerai dengan tabarruj, lalu segera niatkan diri untuk berhijab syar’i karena Allah Ta’ala. Inget ya, karena Allah Ta’ala :) Aamiin Allahumma Aamiin.

Supaya makin yakin, nih dalilnya :)

“...dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu...” (QS. Al-Ahzab: 59)

“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang ber-tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (HR. Al-Baihaqi)

Yap, cukup sekian postingan Ryu kali ini. Semoga bermanfaat ya ukh :’)

Kebenaran datangnya dari Allah Ta’ala, kesalahan semata-mata datangnya dari saya.

Wallahua’lam bisshawab.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.