Lets Be A True Muslimah!

Muslimah adalah perhiasan, maka tutuplah aurat sesuai syar'i. Jadilah Muslimah sejati!

Hari gini Pacaran?

Muslimah harus anti Pacaran! Yuk jadi Jomblo Mulia sebelum halal :')

Yuk Pakai Pakaian Syar'i ^^

Pakaian Syar'i layaknya perisai yang melindungi kita dari serangan mata ajnabi.

Tutup aurat, sebelum terlambat

Betapa mengerikannya dosa-dosa bagi wanita Muslim yang tidak menutup aurat secara sempurna.

Jilbab syar'i, bukti cinta Allah pada Muslimah

Jilbab syar'i tidak memberatkan, justru melindungi dan sebagai tanda belajar taat pada Allah.

Senin, 15 Juni 2015

Software dan E-Book Islam

Kumpulan Software dan E-Book Islam

Bismillah



Di sini adalah kumpulan software dan e-book koleksi Ryu dari berbagai sumber. Bagi yang membutuhkan, silakan di-download, dan semoga bermanfaat. InsyaaAllah akan di-update terus oleh Ryu ^^

Software

- Al-Qur'an Digital
- Hadits Web V 4
- Shahih Bukhori
- Shahih Muslim
- Program Evaluasi Mutaba'ah Ramadhan
- Tafsir Jalalin Asy-Syuyuthi

E-Book

- Tanya Jawab Tentang Bid'ah
- Waspada Terhadap Bid'ah
- Al-I'tisham
- Malam Pertama di Alam Kubur
- Mengapa Aku Tinggalkan Syi'ah
- Shahih Al-Ma'tsurot

Rabu, 13 Mei 2015

Rokok, Benda Mati yang Mematikan


Cara berhenti merokok Cara Cepat Berhenti Merokok Dalam Satu Minggu

Rokok, Benda Mati yang Mematikan
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Sumber bacaan: muslim.or.id, vemale.com

Bismillah

Setelah sekian lama blog ini kutinggalkan (cielah), Alhamdulillah akhirnya Allah beri Ryu kesempatan dan kuota (heee) untuk kembali menyirami blog ini dengan sedikit ilmu yang Ryu punya. Hehehe, jadi puitis gini.

Di postingan kali ini, Ryu sebenarnya ingin curhat kepada pembaca. Tenang, bukan curhat aib kok. Kalau dibaca dari judulnya, pasti sudah tahu kan topik curhat Ryu? Yup, it's about ROKOK! Afwan jiddan kalau tulisan rokoknya dibesarkan. Hehe, maklum, rasa kesal ini sudah berada pada level stadium akut.

Langsung saja dah.

Rokok. Yes, sebatang racun yang entah kenapa begitu diminati peminatnya. Harganya muahal tapi tetap dibeli dan nggak rela dibagi-bagi (iklan kali yee). Sudah ada gambar penyakit mematikan terpampang begitu jelas di bungkusnya tapi sama sekali nggak digubris. MasyaaAllah... Nggak habis pikir deh Ryu, kenapa ya banyak orang gemar ngemil racun? Duh gusti, Astaghfirullah...

Statement bahwa rokok adalah benda mati yang mematikan sepertinya sangat tepat banget bingit binggo. Kenapa? Fakta bahwa rokok mengandung ribuan racun mematikan sudah tersebar sampai ke pelosok dunia (waduh) dan sudah banyak orang yang menderita karena rokok. Ryu pernah baca kalau di dalam rokok terdapat zat-zat untuk pembersih lantai. Waduh, merokok sama dengan minum pembersih lantai dong? Namun, tiga zat yang paling berbahaya adalah tar, nikotin, dan karbonmonoksida.

Nah, ini dia. Karbonmonoksida, terkandung di dalam asapnya yang bisa bikin klepek-klepek mabok genjer. Ampun deh. Ryu kesal banget kalau ada perokok yang sembuarangan merokok di tempat umum. Apalagi kalau di dalam angkot, di koridor gedung kampus, dan fasilitas umum lain yang selalu menjadi tempat berkumpul orang. Ryu sih bersyukur kalau si perokok langsung membuang rokoknya sebelum naik angkot. Nah, kalau si perokoknya berhati batu tak rela buang puntung rokoknya yang tinggal satu senti, Ryu suebeeeel banget!

Sebelum Ryu curcol lagi, Ryu mau kasih fakta tentang rokok nih. Check it out!

  1. Merokok menjadi 1 dari 5 penyebab kematian di Amerika setiap tahunnya.
  2. Setiap rokok yang Anda hisap dapat memotong usia Anda sebanyak 11 menit.
  3. Dalam 1 batang rokok mengandung lebih dari 4.800 bahan kimia. Sebanyak 69 di antaranya diketahui sebagai penyebab kanker.
  4. Sebanyak 69 persen perokok ingin berhenti merokok selamanya.
  5. Setiap hari, hampir 4.000 remaja di Amerika Serikat merokok untuk pertama kali. Sebanyak 1.000 di antara mereka mulai merokok setiap hari.
  6. Hampir tidak ada larangan merokok untuk anak-anak. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, yang tidak boleh dilakukan anak-anak adalah MEMBELINYA.
  7. Terpapar rokok dari perokok (perokok pasif) dalam menyebabkan 50.000 kematian setiap tahun. Angka yang sangat besar itu baru di wilayah Amerika Serikat, jika ditotal di seluruh dunia, angkanya akan lebih besar lagi.
  8. Setiap hari, di seluruh dunia, sebanyak 15 miliar batang rokok dihisap.
  9. Hitler adalah orang terkenal pertama yang melakukan kampanye anti rokok pada sejarah modern.
  10. Dulu, saat warga Eropa baru mengenal rokok dari warga asing, mereka yang merokok akan ditangkap dan dibawa pulang ke rumah, karena orang tersebut dianggap kerasukan setan.
Nah loh! Ngeri kali!

Merokok itu sama saja dengan menggerogoti diri sendiri. Seperti daun yang dimakan ulat, berlubang sedikit demi sedikit, kemudian layu dan jatuh dari tangkainya. Duh, kenapa sih perokok nggak sadar kalau kesehatannya sedang digerogoti? Lebih parah kalau orang di sekitarnya ikut menghirup (merokok pasif) asapnya. Ryu adalah salah satu perokok pasif (hiks, miris ya) karena setiap hari pergi ke kampus naik angkot dan tidak menutup kemungkinan akan sering bertemu dengan perokok yang menjengkelkan itu. Kalau boleh jujur, Ryu sering merasa sakit kalau menghirup asap rokok. Bahkan dengan kondisi Ryu saat ini yang seharusnya tidak boleh terkena asap rokok sama sekali. MasyaaAllah...

Kalau dipikir-pikir, bukankah merokok sama dengan menganiaya diri sendiri dan orang lain (jika ada orang lain yang ikut menghirup)? Ternyata eh ternyata, para ulama telah menetapkan bahwa rokok itu haram loh. Iya, HARAM! Yuk cek dalil pertama berikut ini.

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Tuh, kan. Merokok sama dengan menghirup racun. Memasukkan racun ke dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit menyerang tubuh, bahkan sampai pada kematian. Bukankah merokok artinya membinasakan diri sendiri?

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Dalil ini cocok banget dengan perokok yang dengan ikhlas membagi-bagikan asap racunnya untuk orang di sekitarnya. Perokok pasif lebih besar lho risikonya! Duh, terima kasih banget deh untuk perokok! >_<

Mungkin ada perokok yang jengkel dengan kami para pembenci rokok. Dia berargumen bahwa merokok adalah haknya dan urus aja hidupmu sendiri (beeeuuh).


Oke, well. Memang benar bahwa merokok adalah hakmu dan pilihan terbaik untuk cemilanmu sehari-hari. Sebagai manusia, kita memang harus menghormati hak setiap orang. Namuuuuun.... Ingat! Setiap manusia punya hak untuk menghirup udara segar yang tidak berbau dan  celakanya seorang perokok selalu merampas hak orang lain dengan rokoknya. Jadi, perokok juga harus menghormati hak orang lain yang tidak suka dengan asap rokok. Ryu tidak serta merta melarangmu merokok, karena Ryu yakin, perokok pasti sudah mengerti (hanya saja belum sadar). Tapi cobalah untuk tidak merugikan, bahkan sampai menganiaya orang lain dengan kebiasaan burukmu itu.

Sebagai Muslim yang baik, mencintai dan menyayangi diri sendiri adalah keharusan. Allah sudah memberikan kita fisik dan raga yang sehat, jadi harus kita syukuri dan kita jaga dengan melakukan aktifitas sesuai Al-Qur'an dan Sunnah. Jauhi hal-hal yang bersifat merugikan tubuh. Berhentilah merokok dari sekarang, sebelum rokok yang mematikanmu.

Semoga tulisan curcol ini bermanfaat dan bisa dipetik intisarinya. Aamiin.

Mohon maaf yaaa kalau Ryu ada salah kata. Maksud hati mah baik kok, hihi.

Wallahua'lam bish shawab.

Stop Ghibah!

Stop Ghibah
Oleh: Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillah

Sholihah, siapa nih yang masih suka bergosip alias berghibah? Hmm, ini adalah salah satu penyakit wanita yang harus dihilangkan. Entah di sekolah, di pengajian, di warung, di pasar, dan tempat lainnya, tanpa kita sadari setiap topik pembicaraan kita dengan teman kita pasti akan menjurus ke membicarakan teman kita yang lain.

A : Hai, apa kabar?
B : Alhamdulillah sehat. Kabar kamu gimana?
A : Alhamdulillah sehat juga.
dan selanjutnya...
A : Kamu tahu nggak sih kalo si C tuh sekarang suka pakai baju ketat?
B : Iya tuh, padahal kan dia Muslimah. Aneh banget ya.
dan seterusnya.

Nah, sudah deh. Jadinya bergosip, dan hal itu pasti sulit banget dihentikan. Ya kan? Hayooo ngakuu 
:3


Sholihah, tahu nggak sih kalau membicarakan saudara sendiri itu bagai memakan daging saudara kita yang sudah meninggal? Hii... Jijik kan? :’( Nggak percaya? Simak yuk dalil berikut ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat:12)

Menjadi Muslimah yang bisa menghuni surga pasti adalah semua impian Muslimah. Namun kalau kita masih suka bergosip, yang diibaratkan dengan memakan bangkai saudara sendiri, pantaskah kita menghuni surga Allah? :’)

Yuk sama-sama kita perbaiki akhlaq kita, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah.

Wallahua'lam bish shawab.

Selasa, 16 Desember 2014

Seminar Nasional Muslimah Banten bersama Peggy Melati Sukma

Bismillah,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Laporan kegiatan rohani muncul lagi di blog Ryu, hihi. Simak yuk!

Alhamdulillah, di Serang semakin sering diadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk Muslim/Muslimah, salah satunya adalah acara yang baru saja diselenggarakan di Masjid An-Nuur Sari Asih Serang pada hari Sabtu lalu, 13 Desember 2014. Dan acara ini bukan sembarang acara lho.

Acara yang bertajuk “Seminar Nasional Muslimah Banten” ini diadakan oleh Kemuslimahan LDK Baabussalam Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan dimulai pada pukul 09.30 WIB. Kenapa acara ini bukan sembarang acara? Karena acara ini menghadirkan Majelis Inspirasi Keliling Negeri, Akhwat Bergerak, Aksi Cepat Tanggap, dan.... Peggy Melati Sukma (@peggymelatis)! Iya, Mbak Peggy. Itu lho, artis top yang sudah hijrah dan menjadi penggiat sosial ^^



Ryu sangat bersyukur bisa menjadi salah satu panitia di acara ini hehe, jadi Ryu bisa ikut membantu kelancaran acara ini bersama teman panitia lain.

Di dalam acara ini ada Kajian Inspiratif, Tanya Jawab, dan Penggalangan Dana untuk Gaza.

Rundown acara sangat menarik. Di acara ini, Tim ACT menjelaskan pada kita bagaimana keadaan Gaza saat ini. Ryu sangat sedih saat melihat video tentang Gaza yang ditayangkan oleh ACT. Lalu ACT dan Mbak Peggy mengajak kita untuk peduli pada keadaan mereka dan bergerak walaupun hanya menyumbangkan sedikit harta kita. Selain itu, Mbak Peggy dan ACT mengajak peserta acara untuk menyumbang dan menggalang dana minimal Rp.1000.000,-. Dan... Alhamdulillah! Banyak sekali peserta yang tertarik untuk menggalang dana. Mulai dari mahasiswa sampai ummahat. Waaah, semoga dimudahkan Allah ya, dan tetap istiqomah. Aamiin.

Inspirasi Kemanusiaan oleh ACT
(foto oleh @ryu_ritsu)

Mbak Peggy dan ACT mengajak peserta untuk menggalang dana
(foto oleh @ryu_ritsu)

Mbak Peggy berbagi cerita mengenai dirinya, memberi kajian dan inspirasi kepada peserta. Peserta pun begitu antusias mendengarkan cerita dan kajian dari Mbak Peggy. Mbak Peggy mengajak kita untuk hijrah menjadi lebih baik dan terus mendekatkan diri pada Allah, intinya sih begitu. Bahkan saat Mbak Peggy mengucapkan jargonnya yang terkenal dulu yaitu “Pusiiiing”, semua peserta termasuk panitia tertawa. xD

Mbak Peggy berbagi inspirasi dan cerita
(foto oleh @ryu_ritsu)

Pesertanya lumayan banyak hihi, akhwat semua ;D
(foto oleh @ryu_ritsu)

Di akhir acara, ada sesi tanya jawab dan sesi foto bersama. Ryu sebagai panitia pubdekdok sedikit kerepotan saat sesi foto bersama, karena banyak sekali peserta yang ingin foto bersama Mbak Peggy, hihi. Keadaan sempat uncontrolled, tapi akhirnya acara berakhir dengan baik.

Acara ini selesai sekitar pukul 11.35 WIB, tepat sebelum adzan Dzuhur berkumandang. Seusai acara, sebagian peserta melaksanakan sholat Dzuhur di masjid, sebagian yang lain mendatangi bazaar di depan masjid yang diadakan oleh sponsor acara dan Tim Mbak Peggy.

Bisa mengikuti acara seperti ini rasanya senang sekali, apalagi diberi amanah sebagai salah satu panitia di acara keren ini. Semoga di kesempatan mendatang Kemuslimahan LDK Baabussalam bisa mendatangkan tokoh Muslimah inspiratif lainnya lagi ya! Aamiin.

Hope this post useful for you ^^

Wallahua’lam bish shawab,


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Selasa, 04 November 2014

Memaafkan Itu Lebih Baik, Lagi Menentramkan

Memaafkan Itu Lebih Baik, Lagi Menentramkan
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Apa kabar ukhti wa akhi? Semoga selalu sehat badan dan sehat iman ya ^^

Kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial. Sehingga kita tak mungkin hidup sendiri, tanpa orang lain. Nah, pasti kita pernah mengalami masalah dengan teman, keluarga, atau orang lain saat sedang bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dan tak jarang masalah kecil yang kita hadapi malah menjadi besar serta berujung permusuhan dan kerenggangan hubungan. Wah, kalau sudah seperti itu, gawat ya.

Menurut Ryu, permusuhan itu sangat tidak enak. Iya, serius! Duarius malah, hehe. Coba deh kita teliti, apa sih manfaat bermusuhan dan menyimpan dendam pada orang lain? Bukannya masalah berakhir, hati malah semakin gusar dan semakin negative thinking pada orang yang bermusuhan dengan kita. Tul nggak? Tul apa betul? Ya betul lah, “tul” mah bukan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ;D

Terus, apa sih solusi agar permusuhan itu lenyap? So pasti saling memaafkan. Kalau kita yang berbuat salah, maka harus meminta maaf. Dan kalau dia yang berbuat salah, maka kita harus memaafkannya sebelum ia meminta maaf. Jangan lupa do’akan juga supaya ia segera meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi.

Kadang kita merasa malu untuk meminta maaf karena GENGSI, dan enggan untuk memaafkan karena masih SAKIT HATI. Kenapa tulisannya Ryu gedein? Ini fenomena lho. Yah, jujur Ryu bingung. Allah saja Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang. Kita yang manusia biasa dan kecilnya luar biasa malah tidak mau memaafkan dan malu untuk meminta maaf.

Padahal nih, saling memaafkan itu membuat hati lebih tenang dan damai lho. Tidak ada musuh, masalah selesai, dan pastinya pikiran lebih tenteram. Dan memaafkan seseorang juga sangat mulia lho. Dan banyak manfaatnya. Allah Ta’la berfirman dalam QS. An-Nuur ayat 22 :
“Hendaklah mereka memberikan pengampunan dan kelapangan dada. Tidakkah engkau semua senang jikalau Allah memberikan pengampunan pula kepadamu?”

Nah, ukhti wa akhi, Muslim yang baik adalah Muslim yang mau memaafkan kesalahan orang lain dan mengingatkannya untuk berbuat lebih baik lagi dari sebelumnya supaya tidak terulang lagi. Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain supaya orang itu jera. Percayalah, itu hanya membuat hatinya tidak tenang dan sama saja kita menzhaliminya. Allah lebih suka Muslim yang memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas. Jadi, menyimpan dendam itu tidak ada manfaatnya, ya kan? Baik untuk diri kita, maupun orang yang sedang bermasalah dengan kita.

Jadi, yang masih belum mau memaafkan kesalahan seseorang, yuk atuh dimaafkan ^^

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bermanfaat. Jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, selagi Allah masih berbaik hati memberikan kita kesempatan menghirup oksigen-Nya. Jadikan dunia sebagai “sarana” untuk mengumpulkan bekal di akhirat kelak :’D Semoga Allah selalu memudahkan jalan kita. Aamiin.



Mohon maaf apabila ada kesalahan.


Wallahua’lam bish shawab.

Selasa, 21 Oktober 2014

Alasan Enggan Berjilbab Syar'i

Alasan Enggan Berjilbab Syar'i
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Bismillah

“Aku mau berjilbab syar’i, tapi...”

Nah loh, sudah ada niat, kok pakai tapi?

Hehe, yup dear. Di antara kita, pasti sudah ada Muslimah yang ingin berjilbab syar’i, atau malah malas berjilbab syar’i karena alasan tertentu. Biasanya, apa sih alasan kebanyakan Muslimah yang enggan berjilbab syar’i?

1. Aku mau berjilbab syar’i, tapi kedua orangtua melarangku
Alasan paling banyak biasanya adalah ini. Seringkali kita melihat berita-berita tentang terorisme yang menampilkan para wanitanya berjilbab syar’i dan bercadar. Dan otomatis hal tersebut membuat orangtua khawatir jika putrinya berubah seperti demikian.
Well, menaati kedua orangtua adalah kewajiban kita. Namun, taat kepada orangtua kita hanya dalam hal yang tidak mengandung maksiat kepada Allah Ta’ala.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,” (QS. Luqman : 15)
Jadi bagaimana? Yuk dijelaskan secara perlahan kepada orangtua kita bahwa jilbab adalah kewajiban bagi seorang Muslimah.

2. Aku mau berjilbab syar’i, tapi aku tidak punya uang untuk membeli jilbab
Naaah, ini dia. Tak bisa beli pakaian syar’i, kok bisa beli baju-baju tren masa kini? Atau gadget malah? Hehe. Kalau dipikir-pikir, pakaian syar’i itu tidak mahal lho!
Coba kita bandingkan jilbab dengan dress import yang katanya sedang ngetren. Jilbab yang kainnya panjang dan tebal harganya kira-kira Rp. 100.000. Lah kalau dress import? Rp 500.000 mungkin ada, hehe. Jadi jelas lebih murah pakaian syar’i toh?
Kalau memang benar-benar kesulitan dalam hal ekonomi, ada banyak jalan kok untuk bisa mendapatkannya. Pernah baca kisah-kisah inspiratif para peserta lomba JIC kemarin kan? Betapa besar perjuangan mereka dalam mendapatkan dan mempertahankan pakaian syar’i di tengah sulitnya ekonomi keluarga.
Jika ada usaha, pasti Allah akan sediakan jalan ^^

3. Aku mau berjilbab syar’i, tapi Indonesia panas bo
Waduh, neraka lebih panas lho #ups
Hehe, betul. Pakai jilbab di saat cuaca panas membuat gerah. Tapi itu lebih baik daripada dengan pakaian terbuka yang malah membuat kulit terbakar. Selain itu, coba deh kita ingat Ayat Allah berikut ini.
“...Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.” (At-Taubah : 81)
Lebih baik panas di dunia toh, daripada di neraka? :’) Na’udzubillah.

4. Aku mau berjilbab syar’i, tapi belum dapat hidayah nih
Hidayah? Kalau sudah ada niat kenapa harus menunggu hidayah? Hidayah itu datang karena usaha kita untuk menjemputnya lho. Sampai kapanpun kita menunggu hidayah, kalau tidak dijemput, ya di situ-situ saja, hehe.
How to pick the hidayah up? (sok inggris nih)
Salah satu caranya adalah dengan mulai membaca buku dan artikel tentang jilbab syar’i dan bergaul dengan Muslimah yang sudah berjilbab syar’i. Semoga Allah memberi hidayah ;))

Nah itu tadi beberapa alasan beberapa Muslimah menunda berjilbab. Yup, apapun alasannya, kita tidak boleh menunda kewajiban dengan mengatakan “tapi”. Kalau menunggu siap, tidak akan pernah siap jika tidak memulainya :’)
Jilbab syar’i itu bukti cinta Allah pada kita, Muslimah. Agar kita terlindungi dan terjaga.



#Wanita #Wani #Tutup #Aurat

Mohon maaf ya kalau ada kesalahan penyampaian dan kata ^^v


Wallahua’lam bish shawab.

Leave your Modist Clothes and Back to Syar'i

Leave your Modist Clothes and Back to Syar'i
Oleh : Ryu-chan (@ryu_ritsu)
Telah dipublikasikan di Jilbab ITU Cantik oleh Ryu-chan

Bismillah

Tren hijab modis?
Ya dear. Sejak tahun lalu, tren ini sudah merebak dan sampai saat ini masih banyak penggemarnya. Mulai dari Abege hingga para Ibu. Bahkan sampai saat ini sudah banyak situs-situs dan buku-buku yang membahas tentang hijab gaul ini sekaligus tutorialnya.

Dear, kenapa sih tren ini begitu dahsyat?
Ternyata tren “hijab gaul” ini telah mengubah mindset para Muslimah khususnya di Indonesia tentang apa itu hijab. Yang semula menurut mereka hijab hanyalah kerudung dan pakaian Muslimah kuno saja, kini hijab merupakan salah satu fashion terkini yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Secara, modern dan gaul gitu loh, katanya sih begitu ^^a

Bagaimana tidak? Kini kerudung bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Bisa membentuk bunga dan bentuk-bentuk abstrak lainnya. Warna dan motif pun menjadi nilai tersendiri dalam dunia hijab gaul ini. Selain itu, pakaian bisa senada atau bisa saja bertabrakan warna dengan si kerudung. Jadi intinya, tutup aurat jalan, modis pun tetap. Inilah sebab mengapa banyak saudari kita menyukainya.

Tutorial? Sudah seabreg, dear. Dari yang berbayar seperti buku-buku, maupun yang gratisan seperti di internet. Tinggal unduh, pelajari lalu dipraktekkan. “Jadilah aku Muslimah yang tetap tutup aurat tapi still in mode!” Astaghfirullah.

Naaah Dear, di sini perlu kita pertanyakan. Sebenarnya, boleh nggak sih khimar (kerudung) dan jilbab (gamis/jubah) kita modif sedemikian rupa?

No no no, dear.

Yuk kita perhatikan apa saja yang bisa kita temui di dalam dunia hijab gaul ini :
1. Kerudung dimodifikasi sehingga berbentuk menarik
Nah, dari poin ini saja sudah jelas kenapa kerudung tidak boleh dimodifikasi menjadi bentuk yang aneh-aneh. Dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 31, Allah menyuruh kita menutupkan kain kudung ke dada. Ke dada, dear. Sementara yang sering kita lihat? Karena kainnya dililit ke sana ke mari, pastinya sudah tak bersisa sedikitpun untuk sekedar menutup dada. Walah, piye iki?
Sekalipun menutup dada, otomatis bentuk-bentuk kerudung modifikasi yang modern dan gaul itu akan menarik perhatian sekitar. Baik lelaki maupun perempuan. Nah loh, kalau lelaki sampai tertarik, sama dengan tabarruj dong?
“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang ber-tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (HR. Al-Baihaqi)

2. Berpunuk unta
Kalau tidak ada cepolnya, rasanya kurang sreg. Begitu katanya. Memang, tak sedikit dari tutorial yang Ryu lihat, pasti di kepala ada cepolnya, mirip punuk unta yang miring. Hmm, sudah tahu kan dear, punuk unta itu sangatlah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim, dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim dan yang lain).

3. Dipadupadankan dengan celana jeans
Dear sudah tahu kan bahayanya memakai celana jeans ketat? Ini sangat berbahaya bagi kesehatan rahim. Dan celana kan pakaian lelaki, dear. Hihihi.

Dan masih banyak poin-poin penting dari hijab gaul ini, tentunya menyimpang dari syar’i.

Intinya, hijab gaul yang sering kita lihat memang tidak sesuai dengan syar’i. Padahal esensi dari hijab itu sendiri adalah untuk menutup aurat dan melindungi kita dari zina dan fitnah. Namun hijab modern yang memang sedang melejit saat ini tidak ada bedanya dengan fashion yang mementingkan kecantikan dan membutuhkan perhatian khalayak.



Yang masih berhijab gaul, yuk tinggalkan. Kita sama-sama belajar sempurnakan hijab sesuai syari’at. Memang perlu proses, namun dengan niat yang kuat kita pasti bisa. Takut dihina? Dicemooh? Dijauhi? Itu ujian selamat datang dari Allah.

Pingin disayang Allah kan? Yuk hijrah ^^


Wallahua’lam

Senin, 20 Oktober 2014

Talkshow "Jilbab Tanpa Tapi" HSJI 2014 Untirta

Bismillah.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Alhamdulillah, Ryu bisa buat laporan kegiatan rohani lagi nih, hehe. Hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2014 lalu, Ryu menghadiri sebuah acara bermanfaat dan pastinya seru sekali. Yaitu Talkshow bertemakan “Jilbab Tanpa Tapi” di Aula Rumah Sakit Sari Asih Serang.

Acara ini merupakan acara puncak Hari Jilbab Internasional 2014 yang diadakan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa setelah dilaksanakannya berbagai rangkaian acara HSJI 2014 Untirta seperti donor jilbab, bazaar, Training Motivasi Muslimah, dan lain-lain.

Kira-kira, siapa ya pembicara di talkshow ini? Hehe, penasaran?

Sebelumnya, ada yang kenal dengan pemilik akun twitter @salimafillah? Naah, beliau lah salah satu pembicara di Talkshow Jilbab Tanpa Tapi ini, Ustadz Salim A Fillah. Namun, masih ada lagi satu pembicara kece. Beliau adalah pemilik akun @InspirasiBerkah. Siapa? Yes, Mbak Dwi Puji Astuti ^^.

Foto oleh @ldkbaabussalam

Dari acara ini, Ryu mendapat banyak sesuatu, hihi. Salah satunya adalah ilmu yang sangat-sangat bermanfaat. Very very useful. Mungkin Ryu bisa share sedikit di sini, mudah-mudahan bisa bermanfaat juga ya buat kita semua. Aamiin.

Karena temanya tentang Jilbab, so pasti ilmunya tentang jilbab juga. Tapi... ternyata membahas seputar kehidupan remaja saat ini lho. Apa aja sih?

Kata Hijab awalnya ditujukan kepada sebuah tabir/pembatas. Jika sahabat ingin berbicara dengan Istri Rasulullah, maka Istri Rasulullah harus berbicara dari balik bilik/hijab-nya. Kalau sekarang, kita bisa lihat di masjid-masjid, untuk membatasi area lelaki dengan area perempuan.

Lalu, apa itu jilbab? Jilbab (jalabib—bentuk jamak) merupakan pakaian penuh, satu kesatuan yang dipakai dalam memenuhi kewajiban menutup aurat. Jadiii, perlu Ryu tekankan di sini bahwa Jilbab itu bukan penutup kepala ya, oke? Jilbab itu menutupi dari kepala sampai ujung kaki. Dan merupakan kesatuan dari khimar dan jubah.

Khimar merupakan kain untuk menutupi kepala sampai dada. Kalau di sini kita biasa menyebutnya kerudung, right? Nah, jika berkerudung hendaklah kita menutupinya sampai dada, jadi jangan tanggung-tanggung ^^ Yuk cek QS. An-Nuur : 31! Dan pastinya Ryu sudah pernah bahas di postingan sebelumnya.

Ustadz Salim A Fillah juga sedikit menjelaskan bahwa warna dari pakaian syar’i kita tergantung dari kebiasaan dari daerah/negara tempat kita tinggal. Jika memakai warna merah merupakan warna yang biasa di suatu daerah, maka sah saja menggunakannya. Nah, kita kan punya kain batik. Bagaimana jika pakaian syar’i menggunakan kain batik sebagai bahannya? Boleh banget, asalkan tidak menentang syari’at, seperti tidak memuat motif makhluk hidup.

Soal foto di media sosial pun dikupas juga di sini. Menurut Ustadz Salim, memasang foto di media sosial sangatlah tidak diperlukan, karena bisa saja mengundang kemudhorotan. Jadi, yang masih pasang foto gegayaan dan tidak penting, yuk copot.

Di talkshow ini, Mbak Dwi Puji Astuti sangat memotivasi kita untuk segera berjilbab syar’i. Nah, jika kita sudah berjilbab syar’i, kita rangkul mereka yang belum dan masih dalam proses. Di sana banyak wanita yang sebenarnya masih menunggu kita untuk mengajak berjilbab syar’i. Seperti memotivasi, memberi ilmu dan lain-lain. Inilah tugas kita sebagai Muslimah yang berdakwah di jalan Allah untuk merangkul semua Muslimah yang ingin bergerak kembali ke jalan Allah. Semangat shalihah! Innallaha ma’asshobiriin.

Sebenarnya masih buanyak ilmunya, tapi mungkin cukup sampai di sini ya ringkasan materinya hehe.

Setelah foto bersama pembicara (Ryu belum beruntung, hehe), ada demonstrasi produk dari sponsor, pengumuman Duta Jilbab Untirta 2014 dan .... jeng-jeng.... Stand Up Comedy! Hihi.

Tahu kak @bayuzigner? Ryu juga baru tahu, hehe. Tapi penampilannya bikin pecah suasana, hehe. Seru.

Foto oleh @ldkbaabussalam

Acara ini selesai sekitar pukul 11:40 WIB (lupa deh hehe). Dan rasanya nggak nyesel deh meluangkan waktu untuk hadir di acara bermanfaat seperti ini. Semoga di Serang makin banyak acara seperti ini, dan bisa mendatangkan pembicara-pembicara keren lainnya.

Semoga postingan ini bermanfaat ya ^^

Wallahua’lam bish shawab,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.


Rabu, 15 Oktober 2014

Adab Makan dan Minum

Adab Makan
Oleh : Ryu-chan

Bismillah.

Siapa yang masih suka makan dan minum sambil berdiri? Hayoo hayoo, hehe. Yuk beristighfar, karena ternyata, makan dan minum sambil berdiri itu tidak baik lho. Wah, padahal mungkin bagi kita sepele ya. Yuk intip hadits berikut ini.

Dari Anas radhiallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau s.a.w. melarang kalau seorang itu minum sambil berdiri. Qatadah berkata: "Lalu kita bertanya kepada Anas: "Kalau makan, bagaimanakah?" Anas menjawab: "Yang sedemikian itu -yakni yang makan sambil berdiri- adalah lebih buruk atau lebih jelek." (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang dari engkau semua itu minum sambil berdiri, maka barangsiapa yang lupa, maka hendaklah memuntahkannya." (HR. Muslim)

Nah, secara medis, dalam tubuh kita terdapat penyaring yang bernama sfringer, di mana saringan itu membuka otomatis ketika kita duduk dan menutup otomatis  ketika berdiri. Jika kita minum sambil berdiri, maka air yang kita minum menjadi tidak disaring lagi karena sfringer tertutup. Jika air yang tidak disaring itu kurang bersih, maka air yang masuk ke kandung kemih menjadi tidak disaring lagi, bisa menyebabkan penyakit ginjal bila diminum dalam jangka panjang. Selain itu, bisa mengakibatkan terjadi pengendapan kotoran di saluran ureter.

Namun jika benar-benar terpaksa atau dalam keadaan darurat, diperbolehkan minum sambil berdiri.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya memberikan minuman kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zamzam, beliau minum sambil berdiri." (Muttafaq 'alaih)

Nah, sekarang, apa saja sih adab makan dan minum yang benar?

1. Membaca Bismillah sebelum makan dan minum
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Umar bin Abi Salamah, "Wahai anak, ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu". (HR. Bukhari)

2. Makan dan minum dengan tangan kanan
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)

3. Tidak meniup makanan dan minuman yang panas
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kalau ditarik nafas dalam wadah -waktu minum- atau ditiupkan di dalamnya." (HR. Tirmidzi)

4. Tidak mencela makanan
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak pernah mencela sama sekali pada sesuatu makanan. Jikalau beliau ingin pada makanan itu beliaupun memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan -tanpa mengucapkan celaan padanya-." (Muttafaq 'alaih)

5. Disunnahkan makan dengan tiga jari
Dari Ka'ab bin Malik radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan menggunakan tiga jari. Kemudian setelah beliau selesai lalu menjilatinya." (HR. Muslim)

6. Tidak memakai alat makan yang terbuat dari emas dan perak
Dari Ummu Salamah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Orang yang minum dari wadah perak itu, sebenarnya ia meletakkan api neraka jahanam dalam perutnya." (Muttafaq 'alaih)

7. Tidak berlebih-lebihan
“Tidak ada yang lebih jahat daripada orang yang memadati perutnya. Cukuplah seseorang dengan beberapa suap makanan untuk menguatkan badannya. Jika perlu ia makan, hendaklah perutnya diisi sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Tirmidzi)

Nah itu tadi beberapa adab makan dan minum sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yuk amalkan biarpun kecil, karena tidak rugi kok kalau kita mengamalkannya, malah mendapat pahala dan InsyaAllah baik untuk kesehatan.
#Mustika #Muslimah #Cantik #Akhlaqnya



Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan penyampaian.


Wallahua’lam bish shawab.

Selasa, 16 September 2014

Bangun Cinta

Bangun Cinta
Karya : @ryu_ritsu
Senin, 15 September 2014

          Jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan ini adalah rasa cinta pertamaku pada laki-laki.
          Entah mengapa. Padahal aku tidak berharap bisa merasakan hal ini di tempat seperti ini. Saat ini aku sedang berada di terminal untuk menunggu adikku yang sedang dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Dan ketika aku hendak membeli minum untuk menghilangkan dahaga, aku bertemu laki-laki itu.
          Bagaimana bisa semudah ini aku jatuh cinta?
          Dia biasa saja. Tidak parlente, pun tidak terlalu berantakan. Dia sederhana dengan kemeja lengan pendek bergaris dan celana hitam yang tidak isbal. Ia menggendong sebuah ransel hitam besar, seperti akan melakukan perjalanan jauh. Siapa dia?
          Dan apa yang membuat aku jatuh cinta padanya?
          Beberapa menit lalu dia menghampiriku malu-malu. Wajahnya sedikit tertunduk sambil terus menatap kertas yang digenggamnya. Lalu ia membuka suara sebelum aku mulai kebingungan.
          “Assalamu’alaikum. Mbak, maaf, saya mau tanya. Bus ke Surabaya berangkat jam berapa ya? Saya lupa.”
          Aku terdiam lima detik, lalu segera menjawab, “Maaf, Mas. Saya kurang tahu, soalnya saya hanya sedang menunggu adik saya dari Surabaya.”
          Dia mengangkat wajahnya sambil tersipu, lalu menggaruk-garuk kepalanya.
          “Oh, maaf ya Mbak. Terima kasih. Wassalamu’alaikum.”
          “Wa’alaikum salam.” Lalu dia pergi.
          Begitu singkat. Namun membekas. Ya Allah, aku tahu ini tidak baik. Tapi bagaimana harus ku hadapi rasa yang tiba-tiba muncul ini? Aku seakan terjerat dalam cinta pandangan pertama.
          Oke, ku rasa cukup. Aku tahu ini wajar. Tapi jika diteruskan ini akan menjadi racun dalam hati. Sekarang aku cukup berdo’a saja.
          Jika lelaki itu memang takdirku, aku tak ingin jatuh cinta. Namun aku ingin bangun cinta.
* * *
          Siapa dia?
          Sungguh aneh jika rasa itu tiba-tiba datang setelah aku menanyakan jadwal keberangkatan bus. Ya, aku tahu bahwa cinta bisa datang kapan saja. Tapi, di terminal? Dengan wanita yang bahkan aku tidak tahu siapa dia?
          Allahua’lam. Allah bisa lakukan apa saja yang Dia mau. Yang Dia Kehendaki. Bahkan sesuatu yang tidak pernah kita duga. Namun aku tak pernah menyangka kalau aku ditakdirkan untuk merasakannya sekarang.
          Semudah inikah aku merasa cinta?
          Saat aku kebingungan dan lupa dengan jadwal keberangkatan bus yang harus kutumpangi, tiba-tiba saja hati ini memintaku untuk bertanya pada wanita berjilbab hitam yang tengah membeli minum di sebuah toko. Aku tak pernah ada maksud apapun selain ingin bertanya saat menghampirinya.
          Sambil mengumpulkan keberanian, aku mencoba bertanya pada wanita yang mulai kebingungan itu. Dan suara ini seperti mau habis saat tak sengaja melihat wajahnya dalam jarak yang cukup jauh. Aku segera menunduk sambil menatap kertas yang ku genggam sedari tadi.
          “Assalamu’alaikum. Mbak, maaf, saya mau tanya. Bus ke Surabaya berangkat jam berapa ya? Saya lupa.”
          Wanita itu terdiam beberapa saat, lalu akhirnya menjawab,
          “Maaf, Mas. Saya kurang tahu, soalnya saya hanya sedang menunggu adik saya dari Surabaya.”
          Astaghfirullah. Seharusnya aku sadar kalau dia bukan penumpang bus. Lihat saja, dia hanya membawa tas jinjing. Tak ada bawaan besar di sekitarnya. Aku harus segera meminta maaf dan pergi, karena aku sendiri takut kalau terus berlama-lama dengannya.
          “Oh, maaf ya Mbak. Terima kasih. Wassalamu’alaikum.” ucapku sambil menggaruk-garuk kepala yang tentu saja tidak gatal. Lalu aku segera pergi dari hadapannya.
          Samar-samar aku mendengar balasan salamnya padaku.
          Setelah berhasil mengetahui jadwal keberangkatan bus ke Surabaya, aku segera duduk di kursi tunggu. Wanita itu tak jauh dari tempatku duduk, dan dia masih menunggu.
          Aku tahu ini terlalu mendadak. Tapi aku yakin aku memang merasakan hal aneh dan luar biasa di hati ini. Benar, aku jatuh cinta.
          Kalau memang Allah mempertemukan kami lagi, aku rasa aku tidak boleh terjebak terus dalam lubang cinta. Tapi aku harus bangkit. Meminta Allah untuk meyakinkanku, lalu bangun cinta yang halal.

* * *


Senin, 15 September 2014

Milad

Milad
Karya : @ryu_ritsu
Selasa, 22 April 2014


          Seperti biasa sepulang sekolah, Evi mampir dulu ke masjid Al-Karim yang berada di sebelah sekolahnya, untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Prinsipnya sangat kuat, harus sholat di awal waktu, tepat setelah adzan selesai berkumandang.
          Saat berada di depan sekolah, ia berhenti sejenak untuk melihat sesuatu yang sedang terjadi tepat di dekat gerbang samping sekolah. Ia melihat ada beberapa siswi yang sedang melempari seorang siswi dengan tepung dan telur. Evi bergidik melihatnya. Dalam hati ia kesal melihat hal itu. Ulang tahun bukan sesuatu yang harus dirayakan. Apalagi kalau dirayakannya dengan hal mubazir seperti itu.
          “Evi, mau ke masjid ya?” Tiba-tiba Evi mendengar suara yang ia kenal tak jauh dari tempat ia berdiri. Kiki, teman sekelasnya.
          “Eh, iya Ki. Mau ikut?” tanya Evi.
          “Nggak ah, aku mau sholat di rumah aja. Lagian, aku mau ke pasar dulu. Beli titipan Ibu.” jawab Kiki sambil tersenyum.
          “Oh gitu Iya deh.” ujar Evi sambil mengangkat bahunya.
          “Eh Vi, kamu lihat nggak tuh, ada yang lagi dapet sureprise ulang tahun?” tanya Kiki sambil melirik ke arah kumpulan siswi yang sedang pesta terigu.
          “Iya. Mubazir banget deh. Mending terigu sama telornya dibuat dadar.” ujar Evi tenang.
          “Haha. Tapi seru loh, Vi. Artinya ada yang perhatian sama kita.” kata Kiki.
          “Seru gimana? Dosa iya.” celetuk Evi.
          “Duuilee mode Bu Ustadz-nya kambuh lagi euy hehe. Ya udah atuh, aku pamit duluan ya. Sampe ketemu besok.” kata Kiki sambil melanjutkan langkah lebarnya.
          “Hehe. Oke, hati-hati Ki.”
          Setelah Kiki pergi, Evi kembali melanjutkan langkahnya menuju masjid.
* * *
          Pagi ini, Evi baru tiba di kelas. Ia melihat Kiki dan Safia sedang membaca sebuah buku yang agak besar di mejanya.
          “Assalamu’alaikum.” sapa Evi sambil duduk di bangkunya, tidak jauh dari Kiki dan Safia. 
          “Wa’alaikum salam, Evi.” sahut mereka tanpa mengalihkan pandangan dari buku besar itu.
          “Kok pada serius banget? Ada apa sih?” tanya Evi penasaran saat sedang melepas ranselnya dan meletakkannya di bangkunya.
          “Ini lho, Safia disuruh Bu Erna untuk rekap data dari buku ini. Kita mau lihat tanggal lahir anak-anak.” ujar Kiki.
          “Hmm gitu.” kata Evi tanpa mendekati mereka berdua, malah ia segera duduk dan membuka tasnya untuk mengambil buku paketnya.
          Beberapa lama kemudian, Safia bersorak seperti menemukan sesuatu.
          “Hei, hei Ki. Bentar lagi Evi ulang tahun!” seru Safia, membuat Evi mengalihkan pandangannya ke arah Safia dan Kiki.
          “Eh? Mana?” tanya Kiki penasaran, tanpa sadar telah diperhatikan oleh Evi dengan penuh selidik.
          “Nih. Evita Syakira Lubis. 22 April 1996.” jawab Safia sambil menegok ke arah Evi yang wajahnya mulai linglung.
          “Loh memang kenapa kalau bentar lagi aku ulang tahun?” tanya Evi.
          “Ngng... Yang pasti kita minta traktir. Ya kan, Saf?” ujar Kiki sambil terkikik.
          Evi terdiam. Evi sudah bertekad tidak ingin merayakan ulang tahunnya. Ulang tahun bukan sesuatu yang dirayakan. Seharusnya itu jadi hari di mana ia harus bermuhasabbah, dan mengingat kalau usianya berkurang setahun. Bukan untuk bersenang-senang.
          Tapi sulit baginya untuk mejelaskannya pada mereka. Mereka tidak akan mendengar.
          “Cieee yang bentar lagi ulang tahun, dapet traktiran ihiw!” ujar Safia.
          Evi tetap diam.
          “Udah ah jangan godain Evi, nanti mode Bu Ustadz-nya kambuh loh. Udah sana rekap datanya.” kata Kiki sambil berdiri dan berjalan keluar kelas.
          “Loh, katanya mau bantuin aku?! Huh dasar Kikong.” ketus Safia merasa dibohongi.
          Evi menoleh ke arah Safia karena tertarik untuk membantunya.
          “Aku bantuin ya Saf.” kata Evi sambil berdiri dan berjalan mendekati Safia.
          “Eh? Boleh, Vi. Makasih ya.”
          Saat membantu merekap data, tiba-tiba muncul ide di benak Evi untuk memberitahu Safia tentang hari ulang tahunnya.
          “Saf, tolong ya jangan lakukan apapun ke aku pas hari ulang tahunku nanti. Entah itu kasih kado, kejutan atau minta traktiran. Ya?” kata Evi agak pelan.
          “Loh, kok gitu Vi?” tanya Safia heran.
          “Aku nggak suka.” jawab Evi singkat.
          “Oh, gitu. Iya deh Vi. Lagian tadi kita juga bercanda kok.” ujar Safia yang mengerti maksud Evi.
          “Makasih ya Saf.” kata Evi sambil tersenyum.
          “Oke, sama-sama.”
* * *
          Hari sebelum hari ulang tahun Evi.
          “Evi, kamu udah mau pulang belum?” tanya Kiki yang duduk sebangku dengan Evi.
          “Iya, Ki. Aku mau pulang, tapi ke masjid dulu. Ada apa?” tanya Evi.
          “Ooooh, nggaaaak. Cuma mau mastiin aja. Ya udah deh hati-hati ya Evi!” kata Kiki sambil tersenyum.
          Setelah Evi keluar dari kelas untuk pulang, Kiki segera mencegat teman-teman perempuannya untuk tidak keluar kelas terlebih dahulu. Sementara yang laki-laki boleh pulang.
          “Ada apa sih Ki?” sorak siswi sekelas.
          “Besok Evi ulang tahun loooooh! Kasih kejutan yuuuuuk!” seru Kiki di depan kelas.
          “Iya gitu? Yuuuuk!” sahut mereka serempak, kecuali Safia.
          “Kejutan apa Ki?” tanya seorang siswi.
          “Apa ya? Tepung telor kopi yuk!” jawab Kiki bersemangat.
          “Jangan!” seru Safia tiba-tiba, membuat kelas menjadi hening.
          “Kok jangan? Kenapa?” tanya Kiki heran.
          “Nanti Evi marah loh. Evi kan nggak suka digituin.” jawab Safia dengan nada cemas.
          “Ya elah, cuma kejutan kali, kenapa harus marah? Itu kan tanda kita solid sama dia, kita kan temen sekelasnya. Ya nggak sih?” ujar Kiki.
          “Betul tuh kata Kiki!” sahut siswi lain.
          “Duh, aku udah kasih tahu kamu ya. Kalo Evi marah, aku nggak ikutan lho. Pokoknya aku nggak mau ikutan.” kata Safia sambil menggendong tasnya.
          “Kok kamu gitu sih Saf? Nggak ada kebersamaannya!” ketus Kiki kesal.
          Sontak seluruh siswi menyoraki Safia yang hendak keluar dari kelas.
          “Ya udah lah, biarin aja si Safia. Nah sekarang kita mau patungan berapa-berapa buat beli tepung, terigu sama kopi?”
* * *
          Evi merasa aneh. Semua siswi sekelasnya tidak ada yang menyahutinya hari ini, bahkan Kiki yang duduk di sampingnya juga begitu. Hanya Safia yang mau diajak berbicara oleh Evi. Tapi kemarin malam Kiki meminta Safia untuk tidak membocorkan rahasia kejutan  Evi melalui SMS. Dengan terpaksa Safia mengiyakan, ia takut dimusuhi teman-temannya. Membuat Safia bimbang.
          “Saf, kok anak perempuan nggak ada yang nengok ya kalo aku panggil?” tanya Evi pada Safia saat di kantin.
          Safia hanya mengangkat bahu. Pura-pura tidak tahu.
          “Hmm... Jangan-jangan ada hubungannya sama ulang tahun aku hari ini.” keluh Evi sambil meminum es jeruknya.
          Safia hanya diam. Ia takut keceplosan.
          Di jam pelajaran terakhir, tiba-tiba Kiki menyentuh bahu Evi. Ia hendak membisikkan sesuatu.
          “Ada apa Ki?” tanya Evi yang heran tiba-tiba Kiki mengajak bicara.
          “Nanti pulang sekolah temenin aku ke pasar ya. Sekalian aku traktir makan deh.” bisik Kiki.
          “Tapi ke masjid dulu ya.” kata Evi sambil tersenyum.
          “Iya deh,” jawab Kiki sambil kembali ke posisinya semula.
          Sebenarnya Evi merasa curiga dengan sikap Kiki. Namun ia tidak mau berprasangka buruk.
          Jam pelajaran terakhir selesai dengan ditandai bel pulang yang berbunyi. Evi segera mengemasi barang-barangnya dan bersiap menuju masjid Al-Karim.
          Saat Evi hendak keluar kelas, tiba-tiba Kiki berlari mendekati Evi.
          “Evi, jangan cepet-cepet dong, aku kan lagi beres-beres buku.” ujar Kiki agak kesal.
          “Hehe, maaf ya.” kata Evi.
          Mereka berdua berjalan beriringan, namun tiba-tiba Kiki menghentikan langkahnya di dekat gerbang samping.
          “Eh Vi, bentar deh.” ujar Kiki yang sedang berakting.
          “Kenapa Ki?” tanya Evi heran.
          Tiba-tiba Kiki mendorong Evi keluar dari gerbang dengan sekuat tenaga. Siswi yang sudah standby di samping gerbang sisi luar langsung menyiram Evi dengan air larutan kopi sambil berteriak girang.
          Lalu datang lagi siswi lain yang hendak menyiram Evi dengan seperempat kilo tepung dan memecahkan lima butir telur busuk di atas kepala Evi.
          “SELAMAT ULANG TAHUN EVI!!!”
          Evi yang tadi menutup mata dan tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya membuka mata. Ia benar-benar terkejut saat melihat kerudung dan seragamnya kotor, basah dan bau. Hatinya kesal dan sangat marah. Dan seketika air matanya mengalir. Bukan karena terharu, tapi karena terlalu marah.
          “Evi? Nangis ya?” tanya Kiki sambil mendekati Evi.
          “Kalian jahat banget sih! Kenapa kalian nyiram aku kayak gini?! Pake telor busuk lagi?! Sekarang gimana aku mau pulang?!” pekik Evi lantang.
          “Kan kamu lagi ulang tahun Vi, wajar kan?” tanya seorang siswi yang berdiri di samping Kiki.
          “Aku nggak suka diginiin! Ulang tahun tuh nggak perlu dirayakan! Kalian harus tahu!” pekik Evi tanpa peduli itu menyinggung hati teman-temannya atau tidak. Emosi sedang menguasai hatinya.
          “Astaghfirullah, aku bener-bener marah sama kalian.” kata Evi sambil berusaha membersihkan kuning telur yang ada di atas kepalanya, dan ia hampir muntah saat mencium baunya.
          “Vi, maafin aku dan temen-temen ya. Sebenarnya Safia udah kasih tahu kita, tapi... Ngng... Ya udah aku anter kamu pake sepeda motor ya?” kata Kiki.
          “Ya udah,” sahut Evi jutek.
          Lalu Kiki pergi ke rumahnya yang tidak jauh dari sekolah. Sementara teman-teman yang lain membantu Evi membersihkan telur busuk yang masih menempel di pakaian Evi.
          Evi benar-benar malu dan kesal diperlakukan seperti itu. Tapi sejujurnya ia sudah memaafkan teman-temannya.
* * *
          Kiki menyusuri koridor sekolah dengan lemas. Ia takut kejadian kemarin membuat Evi membencinya dan tidak mau duduk dengannya lagi. Dan sebenarnya Kiki takut berangkat sekolah, ia takut Evi memakinya seperti kemarin.
          Saat sampai di kelas, ia melihat Evi sedang duduk di bangkunya sambil membaca buku Kimia. Dengan perlahan Kiki melangkahkan kaki ke arah Evi.
          “Ng... Assalamu’alaikum, Evi.” salam Kiki sambil berusaha tersenyum pada Evi.
          “Wa’alaikum salam,” sahut Evi dengan nada datar dan cepat, tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya.
          “Vi, jangan marah dong. Maafin aku ya. Aku nyesel banget.” kata Kiki memohon, sambil menundukkan kepalanya.
          Evi tak bergeming.
          “Vi, please, maafin aku dan temen-temen. Aku bener-bener nyesel.”
          Evi mendongakkan kepalanya untuk melihat Kiki. Ia melihat Kiki tertunduk dan air matanya menggenang di pelupuk matanya. Evi jadi iba dan menghampiri Kiki.
          “Nggak apa-apa kok Ki. Aku udah maafin kamu dan yang lain. Aku juga minta maaf udah marah-marah sama kalian kemarin. Aku bener-bener marah karena kalian nyiram aku pake air yang kotor.” kata Evi sambil merangkul Kiki yang hampir menangis.
          “Makasih ya Evi.” kata Kiki sambil menghapus air matanya yang sudah menetes.
          “Jangan nangis ya Ki.”
          “Aku sadar Vi, yang kemarin itu emang mubazir banget. Kita buang-buang terigu dan kopi. Padahal masih banyak orang di sana yang pengen makan aja susah banget.” kata Kiki tiba-tiba.
          “Alhamdulillah deh kalo kamu sadar. Selain itu, kita nggak perlu ngerayain ulang tahun. Coba deh kita pikir, setiap ulang tahun, umur kita bisa jadi bertambah. Tapi, bukannya kita malah semakin dekat dengan kematian kita? Sebaiknya ulang tahun kita jadikan hari untuk bermuhasabbah, apa yang sudah kita lakukan selama ini? Apakah amal kita selama ini akan mampu menyelamatkan diri kita dari siksa api neraka?”
          Evi akhirnya lega bisa menyampaikan hal itu pada Kiki.
          “Kamu betul Vi. Astaghfirullah, aku bener-bener khilaf kemarin. Maafin aku ya.” kata Kiki sambil tersenyum.
          “Aku udah maafin kamu kok. Aku seneng deh kalo kamu sadar.” kata Evi.
          Tiba-tiba Safia yang baru tiba di kelas langsung menghampiri Evi dan Kiki.
          “Oi ada apa nih pagi-pagi? Ehem, udah damai nih.” celetuk Safia sambil tertawa riang, ciri khasnya.
          “Damai? Emangnya...?”
          “Iya, Vi. Semalem Kiki curhat sama aku lewat SMS. Ampun deh, dia sampe nangis-nangis gitu pas aku telpon. Aku suruh aja dia minta maaf sama kamu. Alhamdulillah deh kalo kamu mau maafin Kiki. Padahal tadinya aku pengen SMS kamu untuk nggak maafin Kiki, supaya ada perang gitu di kelas.” gurau Safia.
          “Iiih Safia!” geram Kiki sambil mencubit Safia dengan jenaka.
          “Ampuuun Kikooong, ampuuun...”
          Evi tertawa melihat tingkah lucu kedua temannya yang saling mencubit.

* * *